Berita Samarinda Terkini

Raih Prestasi Pengendalian Inflasi, Samarinda Berhak Terima Dana Insentif Daerah

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda mendapat penghargaan oleh Bank Indonesia atas keberhasilannya menjaga inflasi di Kota Tepian

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SARIKATUNNISA
Walikota Andi Harun ketika ditemui usai menghadiri acara di Gedung Audit 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda, Sabtu (1/10/2022).TRIBUNKALTIM.CO/SARIKATUNNISA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda mendapat penghargaan oleh Bank Indonesia atas keberhasilannya menjaga inflasi di Kota Tepian.

Kota Samarinda sendiri menduduki peringkat kedua se Kalimantan dalam hal pengendalian inflasi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Bank Indonesia, Kaltim Ricky Gozali dalam sambutannya pada acara Gelar Pasar Tani di Halaman Museum Samarinda, Sabtu (1/10/2022).

"TPID kota Samarinda mendapatkan prestasi sebagai nominator pertama atau runner up se Kalimantan
Penghargaan dari Bank Indonesia," ujar Ricky pada acara Gelar Pasar Tani, Sabtu (1/10/2022).

Walikota Samarinda, Andi Harun yang secara langsung menerima penghargaan tersebut mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Dibutuhkan Kendalikan Inflasi

Baca juga: Dapat Arahan dari Jokowi, Bupati Berau akan Tekan Inflasi dan Optimalkan Penggunaan Produk UMKM

Baca juga: Yayasan RMC Luncurkan Program Kios Modern UMRT, Harap Bisa Tingkatkan Ekonomi Warga Hadapi Inflasi

Ini membuat Samarinda berhak menerima dana insentif daerah dari Pemerintah Pusat atas kinerjanya.

"Inflasi kita Alhamdulillah berhasil dan bentuk apresiasi pemerintah terhadap keberhasilan kita menjaga inflasi Pemkot Samarinda dapat dana insentif daerah dari bidang penanggulangan inflasi," kata Andi Harun ketika ditemui usai menghadiri acara di Gedung Audit 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda, Sabtu (1/10/2022).

Andi Harun mengatakan bahwa jumlah DID belum diketahui besarannya, tetapi ia mengatakan dana itu akan masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Samarinda.

Ia juga mengatakan ada 15 daerah yang berhak menerima insentif tersebut, termasuk Samarinda.

Orang nomor satu di Kota Tepian itu menuturkan bahwa inflasi di Samarinda berada di angka berkisar 4,5 persen.

Disamping itu, terkait dengan penyaluran Bantuan Sosial atau Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat miskin yang terdampak kenaikan BBM sudah dalam proses verifikasi data.

Baca juga: Pemkab Kubar Antisipasi Ancaman Krisis dan Inflasi Daerah 

Hal itu dilakukan sebagai kehati-hatian pemerintah agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak double dalam pembagiannya.

"Mekanismenya sudah ada tinggal datanya sedang diverifikasi agar penerima tidak dobel kemudian sasarannya tepat," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel


=

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved