Berita Kukar Terkini

Operasi Zebra Mahakam 2022 di Kukar, Pesan Kapolres AKBP Hari Rosena: dengan Humanis

Kkecelakaan lalu lintas pada tahun 2020 ada tujuh kejadian, dan tahun 2021 sejumlah enam kejadian atau terjadi penurunan 14 persen

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/POLRES KUKAR
Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Hari Rosena pimpin apel gelar pasukan operasi zebra mahakam 2022 di Kukar, Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Operasi Zebra 2022 digelar kepolisian mulai hari ini, Senin (3/10/2022), hingga 16 Oktober mendatang.

Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Hari Rosena mempin apel gelar pasukan operasi zebra mahakam 2022 di Kota Raja.

Selama dua pekan operasi zebra digelar, tidak ada pemeriksaan langsung di jalan bagi pelanggar oleh petugas, kecuali situasional.

Maka dari itu Polri mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan persuasif, yang bertujuan menurunkan angka pelanggaran lalu lintas.

Baca juga: Operasi Zebra Mahakam 2022 Dimulai, Kedepankan Penindakan Humanis, Fokus Disiplin Lalin dan Prokes

"Laksanakan dengan humanis," ujar Hari Rosena kepada TribunKaltim.co.

Ia mengatakan, Polantas bersama stakeholder serta pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

Pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam Tahun 2022 pun bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, Operasi Zebra Mahakam 2022 dilakukan dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di tengah melandainya pandemi Covid 19.

"Saya harap Operasi ini dapat berjalan dengan optimal sesuai dengan tujuan dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan," harapnya.

Baca juga: Operasi Zebra Mahakam 2021 di Paser Diisi dengan Vaksinasi Covid-19, Tersedia 60 Doorprize

Berdasarkan data yang dijabarkan selama dua tahun terakhir di wilayah Kaltim, pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2020 mencapai 266 kasus.

Pada tahun 2021, jumlah pelanggaran tersebut mengalami penurunan hingga 29 persen atau sejumlah 190 kasus.

Sementara, untuk pelanggaran lalu lintas berupa teguran tahun 2020 sebanyak 995 kasus dan tahun 2021 sebanyak 3.269 kasus, atau terjadi kenaikan hingga 229 persen. 

Berdarkan data itu, terjadi kenaikan pelanggaran dengan total 174 persen. Kenaikan ini dikarenakan tahun lalu tidak ada giat penindakan petugas di lapangan.

  1. Selain itu, kecelakaan lalu lintas pada tahun 2020 ada tujuh kejadian, dan tahun 2021 sejumlah enam kejadian atau terjadi penurunan 14 persen.

Sedangkan, untuk korban meninggal dunia tahun 2020 sebanyak satu korban dan tahun 2021 sejumlah satu korban. 

Korban luka berat tahun 2020 sejumlah dua orang dan tahun 2021 sejumlah enam orang. Korban luka ringan tahun 2020 jumlah enam orang dan tahun 2021 sejumlah tiga orang.

“Berdasarkan data dapat disimpulkan terjadi kenaikan yang sangat signifikan pada angka pelanggaran dan penurunan kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved