Kabar Artis

Baim Wong dan Paula Verhoeven Minta Maaf, Polisi Sebut Kasus Konten Prank KDRT tetap Diproses Hukum

Baim Wong dan Paula Verhoeven minta maaf. Meski demikian Polisi menyebut kasus konten prank KDRT tetap diproses hukum.

Editor: Amalia Husnul A
Tangkap Layar YouTube/Kompas.com-Vincentius Mario
Potongan video konten prank KDRT yang dibuat Baim Wong dan Paula Verhoeven. Inzet: Baim Wong dan Paula Verhoeven datangi Polsek Kebayoran Lama setelah videonya viral. Baim Wong dan Paula Verhoeven minta maaf. Meski demikian Polisi menyebut kasus konten prank KDRT tetap diproses hukum. 

Keduanya datang menggunakan mobil Hyundai berwarna hitam yang diparkirkan di luar Polsek Kebayoran Lama.

Kedatangan pria pemilik nama asli Muhammad Ibrahim dan istrinya menjadi sorotan masyarakat di Polsek Kebayoran lama.

Keduanya kemudian memasuki ruang SPKT.

Tampak Baim dan Paula tak lama keluar bersama anggota Polsek Kebayoran Lama, Aiptu Syahrul Budiawan yang sebelumnya mereka prank soal laporan KDRT palsu.

Saat itu Baim dan Paula sempat berbincang bersama Syahrul di depan ruangan SPKT Polsek Kebayoran Lama.

"Kalau mau minta maaf ke Kapolsek saja," ujar Syahrul kepada Baim.

"Boleh, boleh banget. Sama itu juga anggota yang satu kemarin, Pak Deni," kata Baim. Baim dan Paula kemudian kembali masuk ke ruang SPKT.

Ia tampak menunggu seseorang di dalam ruang pelayanan tersebut.

Tak lebih dari satu jam, Baim dan Paula kembali ke luar dari ruang SPKT. Baim pun menyampaikan maksud kedatangannya bersama Paula ke Polsek Kebayoran Lama itu.

"(Maksud kedatangan) mau minta maaf sama kepolisian yang kemarin kita datangi. Ini salah kami," ujar Baim.

Alasan Baim buat prank

Baim mengakui pembuatan konten prank pura-pura membuat laporan KDRT itu dilakukan karena ia merasa kenal dengan anggota polisi di Polsek Kebayoran Lama.

"Dikiranya kita itu, kita sudah kenal (oleh polisi) karena memang saya sering banget saya ke sini (Polsek Kebayoran Lama) dan juga sudah merasa dekat," ujar Baim.

Baim pun mengakui prank laporan KDRT yang dibuat itu justru mendapat kecaman dan merupakan kesalahan, terlebih dilakukan di kantor kepolisian.

"Tapi di sisi luar, penglihatan (khalayak) lain ya. Karena ini institusi tak mungkin digituin (dipermainkan dengan prank) dan itu benar banget," kata Baim.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved