Tragedi Arema vs Persebaya

TGIPF Umumkan Liga 1 Sampai Liga 3 Resmi Dihentikan, Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang

Kejadian petaka di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur, memberikan efek bagi dunia sepakbola dalam negeri

Editor: Budi Susilo
SURYA/PURWANTO
Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Update tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, jumlah korban bertambah menjadi 130 orang meninggal dunia dan 191 orang luka. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kejadian petaka di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur, memberikan efek bagi dunia sepakbola dalam negeri. 

Terutama gelaran Liga 1 untuk musim ini. Dikabarkan, akan dihentikan. 

Hal itu buntut adanya korban jiwa dari para suporter Arema FC saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya selesai. 

Jumlahnya mencapai ratusan jiwa jadi korban tewas.

Baca juga: Daftar Sanksi dari FIFA Akibat Tragedi Kanjuruhan, Arema FC & Timnas Indonesia Paling Terdampak

Menko Polhukam sekaligus Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Faktai (TGIPF) soal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD mengumumkan gelaran Liga 1 hingga Liga 3 dihentikan.

Hal ini berdasarkan keputusan rapat perdana TGIPF pada Selasa (4/10/2022).

Mahfud mengatakan dihentikannya gelaran Liga 1 hingga Liga 3 ini juga telah disetujui oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

"TGIPF ini tadi juga menekankan dan disetujui oleh Menpora yang berpayung PSSI terutama Liga 1, 2, dan 3 supaya dihentikan," ujarnya dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Kemenko Polhukam RI.

Mahfud mengungkapkan Liga 1 hingga Liga 3 dapat diselenggarakan kembali ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan adanya normalisasi.

Baca juga: Solidaritas Bontang Atas Tragedi Kanjuruhan, Basri Rase: tak Mau Olahraga Rakyat Makan Korban

Normalisasi tersebut, kata Mahfud, juga menunggu hasil rekomendasi dari TGIPF.

"Sampai Presiden menyatakan bisa dinormalisasi setelah tim ini (TGIPF) menyampaikan rekomendasinya seperti apa normalisasi itu harus dilanjutkan," katanya.

Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan TGIPF berupaya untuk melaporkan hasil kerja ke Jokowi dalam waktu tiga pekan.

"Insya Allah dalam tiga minggu tim ini sudah dapat menyampaikan hasil kerjanya kepada Presiden, dan diharapkan bisa lebih cepat dari target itu," tuturnya.

Sebelumnya, Mahfud mengumumkan adanya TGIPF untuk mengusut kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Senin (3/10/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved