Berita Balikpapan Terkini

Antisipasi Jalur Tikus Peredaran Narkotika, BNNP Kaltim Petakan Daerah Rawan

Di tengah berjalannya pembangunan IKN Nusantara, peredaran narkotika turut menjadi hal yang di antisipasi

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Edhy Mustofa ditemui di Mapolda Kaltim, Kamis (6/10/2022) sore tadi.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN– Di tengah berjalannya pembangunan IKN Nusantara, peredaran narkotika turut menjadi hal yang di antisipasi.

Seperti diutarakan Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Edhy Mustofa saat ditemui di Mapolda Kaltim, Kamis (6/10/2022) sore.

Dengan adanya pembangunan IKN Nusantara, secara tidak langsung akan ada pergeseran jalur peredaran narkotika.

"Jangankan narkoba, budaya pun pasti bergeser kesini. Ini yang harus kita antisipasi," tegas Edhy.

Baca juga: 5 Tahun Jual Sabu, Bandar Narkoba di Muara Badak Kukar Jadi Juragan Empang

Baca juga: 5 Tahun Jual Sabu ke Nelayan, Kapal Bandar Narkoba di Muara Badak Disita Polres Bontang

Baca juga: Nekat Jadi Pengedar Narkoba, Seorang Emak-emak di Tarakan Diciduk Polisi

Dalam hal tersebut, pihaknya telah membangun kerjasama berupa koordinasi dengan Polda Kaltim, Beacukai, maupun instansi terkait untuk mengawasi jalur-jalur tikus tersebut.

Dan pihaknya telah memetakan daerah-daerah mana saja yang rawan maupun tidak.

"Makanya kita bentuk (klasifikasi) desa bahaya, desa rawan, dan desa tenang. Nah yang (status) bahaya ini yang harus kita garap betul-betul," ujar Edhy.

Ia membeberkan, dalam prosesnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Untuk tahap penyelidikan saja, lanjut Edhy, menelan waktu kisaran 1-3 bulan.

"Nggak cukup 1-3 hari saja," imbuhnya.

Baca juga: Bawa Sabu ke Samarinda untuk Dipecah, Jaringan Narkoba dari Kutim Dibekuk BNNP Kaltim

Namun begitu, ia tidak membeberkan mana saja wilayah yang mengandung potensi bahaya peredaran narkotika.

"Sudah kita petakan, nggak bisa saya umumkan. Nanti dikasihtau, malah pindah dia," tukasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved