Berita KukarTerkini

Nelayan di Pesisir Sulit Raih BBM, DPRD Kukar Dorong Pemkab Bangun SPBN

SPBN amat dibutuhkan karena nelayan yang tinggal di pesisir Kukar sering tidak mendapatkan solar di SPBU.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA
DPRD Kutai Kartanegara mendorong pemerintah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah pesisir. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - DPRD Kutai Kartanegara ( Kukar) mendorong pemerintah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah pesisir.

SPBN amat dibutuhkan karena nelayan yang tinggal di pesisir Kukar sering tidak mendapatkan solar di SPBU. Kondisi ini membuat para nelayan kesulitan melaut untuk mencari ikan.

Anggota DPRD Kukar, Syarifuddin menyarankan kepada pemerintah daerah, baik legislatif maupun eksekutif, dapat mendorong pembangunan SPBN tersebut.

“Biar kebutuhan-kebutuhan nelayan kita itu tercukupi. Rata-rata keluhan warga pesisir seperti itu," ujar Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) belum lama ini.

Baca juga: DPRD Kukar Beri Catatan dalam Pembangunan, Didik Agung: Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat

Kelangkaan BBM di wilayah pesisir, lanjutnya, mesti mendapat perhatian khusus bagi pemerintah daerah, agar para nelayan bisa menjalankan aktifitasnya.

Syarifuddin mengungkapkan, para nelayan di pesisir juga menghadapi masalah keterbatasan modal untuk pengadaan kapal besar.

Imbasnya, kapal yang mereka gunakan untuk menangkap ikan relatif kecil.

Kapal-kapal kecil ini, memiliki daya jangkau terbatas, sehingga nelayan tidak bisa memasuki laut lepas.

Baca juga: Sukses Kenalkan Desainer Lokal, DPRD Kukar Beri Apresiasi Pelaksanaan Festival Kota Raja 2022

“Dengan kondisi armada hanya 15 ton ke bawah, itu juga menjadi salah satu kendala untuk produksi perikanan kita,” imbuhnya.

“Sehingga hasil tangkapannya juga terbatas,” terangnya.

Namun demikian, pemberian bantuan kapal besar bagi nelayan tidak bisa dilakukan oleh Pemkab Kukar.

Sesuai dengan Undang-undang kewenangan pemberian bantuan tangkap ikan berada di tangan pemerintah provinsi.

"Kita berharap provinsi lebih fokus membantu nelayan-nelayan tangkap kita,” harapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved