Berita Penajam Terkini
Dinkes Penajam Paser Utara Upayakan Eliminasi Malaria pada 2027 Mendatang
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berupaya untuk eliminasi malaria pada 2027 mendatang.
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berupaya untuk eliminasi malaria pada 2027 mendatang.
Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara, dr. Jansje Grace Makisurat kepada TribunKaltim.co.
Kata dia, target eliminasi tersebut seiring target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
"Karena ikut provinsi mencanangkan eliminasi malaria tahun 2027," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (7/10/2022).
Baca juga: Pemprov Kaltim Siapkan Regulasi hingga Posmalhut Cegah Malaria, 4 Kabupaten jadi Prioritas
Syarat untuk eliminasi malaria, dijelaskan dr. Grace sapaan akrabnya, yakni dalam kurun waktu tiga tahun, daerah tidak boleh ada kasus penularan setempat, atau kasus lokal.
Sedangkan untuk di Benuo Taka sendiri, hingga saat ini kondisinya masih ada kasus lokal yang ditemukan.
Daerah endemis malaria juga ada PPU, yakni Kelurahan Sotek, Pemaluan, Riko dan Bumi Harapan.
"Syarat eliminasi itu tiga tahun berturut-turut tidak ada penularan setempat," bebernya.
Baca juga: Upaya Pemkab Penajam Paser Utara Tekan Kasus Malaria, Ponco: Potensi Terjadi di IKN Nusantara
Upaya yang dilakukan untuk percepatan eliminasi malaria itu, kata dr. Grace yakni mulai dari membentuk posko malaria hutan terutama didaerah endemis, serta pembentukan Peraturan Bupati (Perbup).
Perbup yang dibentuk ini, nantinya sebagai dasar hukum untuk melakukan deteksi malaria, baik ke pekerja yang beraktivitas di daerah perusahaan maupun kepada para pendatang yang akan menetap di Penajam Paser Utara.
Pada 2023 mendatang, setidaknya penularan lokal tidak ditemukan lagi, dengan upaya yang mulai dilakukan tersebut.
Baca juga: Terjadi Lagi, 2 Pekerja Proyek Pembangunan IKN Nusantara di Kaltim Terkena Malaria
Tidak hanya itu, pihak Dinkes juga saat ini terus menggencarkan melakukan deteksi dini serta pengobatan, dibeberapa titik.
"Saat ini kita juga gencar melakukan deteksi dini dan pengobatan," bebernya.
Sebelumnya diberitakan, sejak Januari 2022 hingga saat ini, jumlah kasus yang terkonfirmasi malaria di PPU sudah ada 700an orang.
21 persen dari kasus tersebut merupakan kasus lokal, dan sisanya merupakan penularan dari daerah Kutai Barat dan Paser. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/demam-berdarah-bersih.jpg)