Berita Kubar Terkini
Diajak Jaga Kelestarian Budaya, Masyarakat Kubar Minta Dukungan dan Perhatian Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengajak seluruh warganya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya yang menjadi warisan leluhur
Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SENDAWAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengajak seluruh warganya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya yang menjadi warisan leluhur.
Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kutai Barat, FX Yapan dihampir setiap saat menghadiri acara kegiatan budaya yang diselenggarakan.
Menurut orang nomor satu di Kutai Barat itu, Bumi Tanaa Purai Ngeriman (Jukukan Kutai Barat), memiliki warisan budaya adat istiadat yang sangat perlu ditanamkan kepada anak-anak dan generasi muda.
"Menanamkan adat istiadat, budaya leluhur itu merupakan tanggung jawab bersama semua stakholder. Diantaranya pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, kepala adat, lembaga, tokoh agama dan masyarakat di wilayahnya," kata FX Yapan.
Baca juga: Ketua Komite YPT Kubar Akui Siap Jadi Jembatan Penghubung Sekolah dengan Masyarakat dan Pemerintah
Baca juga: Tak Masuk Daftar Pendataan Pegawai Non ASN, Satpam di Lingkungan Pemkab Kubar Kecewa
Baca juga: Kubar Percepat Penurunan Stunting, Pejabat Jadi Orangtua Asuh hingga Bentuk Kampung Berkualitas
Menyikapi hal itu, sejumlah masyarakat pun meminta dukungan dan perhatian pemerintah dalam hal menjaga kelestarian budaya meluli kebijakan-kebijakan serta memfasilitasi setiap penyelenggara kegiatan budaya.
"Budaya leluhur kita memang sangat perlu kita jaga, tetapi pemerintah harus mendukung dan memberikan perhatian terutama saat pagelaran budaya.
Minimal pemerintah menyediakan fasilitas atau mewajibkan sekolah belajar budaya melalui mata pelajaran muatan lokal misalnya," kata Badiarus salah satu warga Barong Tongkok, Minggu (9/10).
Menurut Badiarus, seiring berkembangnya teknologi yang semakin canggih, generasi muda saat itu menjadi gampang terpengaruh oleh budaya-budaya luar.
"Sehingga budaya lokal kita terlupakan karena dianggap kuno. Kadi disinilah peran pemerintah untuk mengembil kebijakan," katanya.
Baca juga: Operasi Zebra Mahakam 2022, Pengendara di Kubar Berterima Kasih Hanya Diberi Peringatan
Eheng (56) salah satu pegiat buaya di Linggang Bigung, Kubar juga menyebutkan selain menanamkan dan mengembangkan atau melestarikan adat istiadat kepada generasi muda, kegiatan budaya juga rutin diselenggarakan dan melibatkan para generasi muda.
"Sehingga generasi penerus tetap dapat mengenal adat istiadat dan budaya itu dan diharapkan dapat dilestarikan dan tidak hilang tergerus oleh zaman yang semakin modern saat ini," ujarnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Hudoq-adalah-sejenis-festival-yang-berupa-tarian-ungkapan-rasa-syukur.jpg)