Berita Berau Terkini

Diskoperindag Berau Usulkan 155 Koperasi Untuk Dibubarkan

Sebanyak 155 koperasi di Bumi Batiwakkal berstatus tidak aktif, dan saat ini masih proses pengusulan untuk dibubarkan oleh Kementerian KUKM.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Diskoperindag) Berau, Salim. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sebanyak 155 koperasi di Bumi Batiwakkal berstatus tidak aktif, dan saat ini masih proses pengusulan untuk dibubarkan oleh Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM).

Selama belum dibubarkan, menjadi beban pemerintah daerah.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Salim mengatakan, kewenangan untuk membubarkan koperasi yang tidak aktif berada di Kemenkop UKM.

Sementara, kewenangan daerah hanya mengusulkan daftar koperasi yang tidak aktif saja.

Baca juga: Dukung Pembangunan Jembatan Kelay III, DPRD Berau Minta Perencanaan Ditinjau Ulang Dulu

“Jadi kami tidak punya kewenangan untuk mencabut itu. Tapi kita tetap usulkan karena tidak aktif, mereka hanya membebani daerah saja,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (26/10/2022).

Dijelaskannya, koperasi yang tidak aktif namun masih terdaftar selama ini hanya menjadi beban pemerintah daerah (Pemda). Lantaran ada kewajiban pemda untuk membina, dan mendorong supaya koperasi bisa tumbuh.

“Kami wajib membina, tapi sementara koperasi tidak mau bergerak,” ucapnya.

Namun, secara tidak langsung koperasi yang tidak aktif tersebut tidak bisa beraktivitas, karena Administrasi Hukum Umum (AHU) tidak diterbitkan oleh Kemenkop UKM.

Baca juga: Cuaca Berau Hari Ini, Cenderung Hujan di Sebagian Wilayah

Koperasi yang tidak aktif tidak bisa menggunakan badan hukumnya untuk melakukan aktivitas. Seperti melakukan kontrak atau kerja sama dengan siapapun.

“Walau belum dicabut tapi koperasi tetap tidak bisa melakukan aktivitas karena AHU-nya tidak dikeluarkan,” tegasnya.

Koperasi yang tidak aktif di Berau, didominasi oleh sektor jasa. Salah satu penyebabnya, karena pandemi Covid-19 yang terjadi berdampak pada sepinya pengguna koperasi jasa.

“Karena banyak perusahaan yang tutup sehingga tidak memerlukan jasa koperasi lagi,” ungkapnya.

Baca juga: DPRD Berau Terus Pertanyakan Kapan Penutupan Jembatan Sambaliung Berlangsung

Selain itu, banyak juga koperasi yang tidak ada pengurusnya. Dan sumber pembiayaan mereka juga tidak ada. Akhirnya mereka tidak bisa lagi melakukan aktivitas.

“Saat ini masih di proses di kementerian untuk dicabut,” imbuhnya.

Ditambah, nomor induk koperasi itu hanya bisa terbit jika koperasi itu aktif. Sejauh ini, koperasi yang aktif di Kabupaten Berau sebanyak 366 koperasi.

Sedangkan, masih banyak juga masyarakat yang mengusulkan untuk membiat koperasi setiap bulannya.

Pihaknya mendorong agar semua koperasi lebih kreatif lagi. Apalagi kondisi saat ini semua harga barang mengalami kenaikan. Peran koperasi tentu sangat diperlukan untuk membantu pemda. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved