Berita DPRD Bontang

DPRD Bontang Mediasi Perselisihan Kontrak Kerja Sama Antara PT WIKA dengan Sub Kontraktor

Perselisihan kontrak kerja antara PT WIKA dengan Sub Kontraktor kembali dibahas dalam rapat dengar pendapat DPRD Bontang.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Rapat dengan pendapat (RDP) DPRD Bontang bersama PT WIKA dan Sub Kontraktor PT KSJ dengan Disnaker. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Perselisihan kontrak kerja antara PT WIKA dengan Sub Kontraktor kembali dibahas dalam rapat dengar pendapat DPRD Bontang.

Rapat kedua kali ini, pihak Manajemen PT WIKI kini turut hadir memberikan penjelasan.

Wakil Ketua DPRD Agus Haris yang memimpinan langsung rapat tersebut minta penjelasan kedua pihak dengan melampirkan bukti kontrak kerjasama antara WIKA dengan Sub Kontraktor.

Penjelasan PT Krida Sejaterah Jaya (KSJ) yang merupakan Sub Kontraktor masih sama dari rapat sebelumnya.

Baca juga: Ditarget Rampung Tahun 2023, DPRD Kukar Konsultasi ke Bontang Soal Perda Lingkungan Hidup

PT KSJ masih mengklaim mengalami kerugian Rp 3 miliar akibat pihak pemberi kerja PT WIKA lalai dalam kontrak pengadaan meterial yang disepakati. Akibatnya progres pengerjaan PT KSJ lambat.

Agus Haris mengatakan, persoalan ini telah berlarut-larut.

Saat ini kehadiran PT WIKA dalam rapat cukup memberi titik terang.

Kendaipernyataanya dalam rapat tadi, PT WIKA bersedia membayar kerugian Sub Kontraktor.

Baca juga: Selama Operasi Antik, Polres Bontang Ungkap 15 Kasus dan Amankan 19 Tersangka

Hanya saja pembayaran tersebut bisa dilakukan dengan dasar yang kuat. Sebab setiap pembayaran yang dikeluarkan PT WIKA perlu dipertanggung jawabkan manajemen.

“Kalau WIKA sudah bersedia bayar. Maka kita cari jalan tengahnya saja. Kan tinggal bayar apa yang sudah dikerjakan kontraktor. Tapi itu perlu dasar kuat bukan hanya sekedar klaim,” terangnya dalam RDP, Selasa (8/11/2022.

Perselisihan ini muncul akibat ada perubahan kontrak kerja sama saat proses pengerjaan. Perubahan kontrak itu dianggap merugikan Sub koktraktor.

Baca juga: Polres Bontang Berhasil Amankan 68,74 Gram Sabu dan 2.422 Butir Pil Koplo dalam Operasi Antik

“Makanya perlu kita cari titik terangnya, agar tidak saling merugikan,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Abdu Safa Muha menuturkan, didalam kontrak kerja sama ada selisih paham antara WIKA dengan Sub Kontrak.

Sebab perbedaan pemahaman mengarah pada perselihan. Karena yang menjadi persolan disini mengenai isi kontrak awal dengan perubahan isi kontrak baru.

Baca juga: Cuaca Bontang Hari Ini, Cenderung Cerah Berawan dan Hujan Turun saat Malam

“Yang satu persoalan volume, yang satunya lagi mengacu pada progres kerja. Pada intinya, jalan tengah agar tidak dirugikan semua pihak, PT WIKA bayar sesuai yang sudah kontraktor kerjakan. Persoalan kedepanya nanti tinggal buat kesepakatan baru,” terangnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved