Berita Nasional Terkini

Mahasiswa Tolak Musra ke-VI Projo, Rocky Gerung: Musra Sudah Tidak Diperlukan Lagi

Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung soroti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang masih belum mengusung calon presiden.

Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
Youtube/Rocky Gerung Official
Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung soroti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang masih belum mengusung calon presiden. 

TRIBUNKALTIM.CO - Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung soroti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang masih belum mengusung calon presiden.

Disampaikan oleh Hersubeno Arief dalam tayangan Rocky Gerung, diketahui Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar mengaku bahwa masih menunggu satu atau dua partai untuk mengumumkan calon presiden yang akan diusung.

"Artinya, Airlangga Hartarto paham bahwa Jokowi tidak akan memaksakan calonnya," kata Rocky Gerung dalam tayangan YouTube (Rocky Gerung Official) pada Senin, (7/11/2022).

Disampaikan oleh Rocky Gerung, bukan karena persoalan Jokowi tidak mampu memaksakan, namun fakta di lapangan calon Jokowi yakni Ganjar Pranowo saat ini pendukungnya semakin kacau.

"PDIP akan berupaya untuk memasang duri di sepanjang perjalanan Ganjar Pranowo. Pak Jokowi akhirnya berbalik ke arah pak Prabowo," ujar Rocky Gerung.

Menurut pandangan Rocky Gerung, sinyal dari KIB yaitu menunggu Prabowo.

"Tinggal tunggu aja sekalian gabung dengan partai Gerindra itu," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung juga menyampaikan bahwa dirinya yang menduga-duga akan segala sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan.

Disamping itu, Hersubeno Arief seorang Jurnalis Senior dan teman diskusi Rocky Gerung menyoroti adanya Musra dan penolakan dari Mahasiwa di Universitas Negeri Padang (UNP).

Baca juga: Tanya Soal Pasangan Rocky Gerung, Rhoma Irama: Kenapa Belum Menikah?

"Untuk apa terus-menerus berupaya untuk membujuk rakyat, padahal elektabilitas pak Jokowi sudah tidak diperlukan," komentar Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, adanya Musra ini sudah tidak diperlukan lagi, mengingat periode beliau selesai menjabat sudah sebentar lagi.

"Dari awal ide Musra ini hanya untuk nyenangin hati pak Jokowi, lalu direkrut lah relawan, bahkan banyak akademisi yang menjadi penasihat dari Musra ini," kata Rocky Gerung.

Dikatakan oleh Rocky Gerung yaitu sebenarnya terdapat paket lengkap yang dibayar mahal terkait Musra tersebut.

"Musra sendiri gak paham itu untuk apa, demi untuk memperpanjang masa jabatan presiden Jokowi atau menandingi musyawarah MPR, jadi gak jelas demi apa," ujar Rocky Gerung.

Baca juga: Ketua Umum Airlangga Hartarto: Melanjutkan Pembangunan Harus Ada Golkar dan PDIP

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved