Berita DPRD Bontang

PUPRK Absen Dalam Rapat, DPRD Bontang Tunda Pembahasan Progres Penyusunan Master Plan Banjir

Rapat kerja Komisi III DPRD Bontang terkait pembahasan progres penyusunan master plan banjir ditunda

Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina saat ditemui di ruang kerjanya.TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Rapat kerja Komisi III DPRD Bontang terkait pembahasan progres penyusunan master plan banjir ditunda.

Agenda yang dijadwalkan pada Senin (14/11) kemarin itu, ditunda lantaran pihak PUPRK Bontang absen dalam rapat tanpa memberikan konfirmssi.

Hal itu pun membuat Ketua Komisi III DPRD, Amir Tosina geram.

Pasalnya, pembahasan progres penyusunan master plan banjir ini berimbas pada molornya penetapan rancangan peraturan daerah (Raperd) banjir.

“Ditunda pembahan. Karena PUPRK tidak hadir. Apa yang mau dibahas kalau mereka tidak ada.

Pembahasan Raperda Banjir bisa molor ini. Karena kita perlu penyesuain dengan master plan nya,” terang Amir Tosina saat dikonfirmasi, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: DPRD Bontang Bakal Sidak SPBU Pekan Depan, Dishub Mesti Evaluasi Pembuatan Fuel Card

Baca juga: Rutin Pantau Progres Proyek Gedung Uji Kir, DPRD Bontang Pesimis Bisa Selesai Akhir Tahun

Ketidak hadiran PUPRK dalam rapat tersebut telah dilaporkan ke Ketua DPRD.

Harapanya ketua DPRD dapat memberikan teguran terhadap PUPRK agar lebih serius menyelesaikan agenda-agenda kerja penanggulangan banjir.

“Kami tadi laporkan saat rapat internal dewan. Nanti ketua yang tegur,” bebernya.

Pembahasan progres penyusunan master plan itu penting dilakukan. Sebab pembahasan Raperda banjir itu mengacu pada isian materi dari master plan.

Beberapa Raperda lain yang diusulkan komisi III sudah memasukin tahap akhir. Namun khusus Raperda banjir ini sedikit molor karena harus menunggu rampung penyusunan master plan.

Jika penyusunan master plan itu tidak rampung susai waktu yang ditargetkan, maka Raperd Banjir tidak bisa diparipurnakan.

Kalau hal itu terjadi, maka akan mempengaruhi penganggaran kerja penanggulangan banjir tahun depan.

Baca juga: DPRD Bontang Dorong Pemkot Awasi Proyek Fisik Jelang Akhir Tahun 2022

“Karena kegiatan dan penganggaran banjir untuk tahun depan itukan mengikuti sesuai Raperda Banjir.

Makanya master plan itu cepat dirampungkan agar pembahasan Raperda kita lanjutkan dan berharap bisa diparipurnakan pertengahan Desember nanti,” tandasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved