Berita Balikpapan Terkini
Iwapi Balikpapan Usung Pameran UMKM Dalam Pelaksanaan Rakerkonprov
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) turut serta menjadi komoditi utama, dalam kegiatan didalam maupun diluar kepemerintahan.
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) turut serta menjadi komoditi utama, dalam kegiatan didalam maupun diluar kepemerintahan.
Begitu juga dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Balikpapan, yang sengaja mengusung pameran UMKM dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov), pada Rabu (16/11/2022).
Jajaran tenant pada pameran UMKM ini, tepat berada di Golden Grand Ballrom Hotel Platinum Kota Balikpapan.
Terdapat banyak manik-manik handmade yang dipajang dalam pameran tersebut seperti, gelang, kalung, hiasan gantung, tasbih digital, strap mask, peci, tas, dompet.
Baca juga: Ramaikan Expo RA/Madrasah 2022, PM Asy-Syifa Balikpapan Pamerkan Karya Santri dan Program Hidroponik
Ada juga beberapa baju pria dan dress wanita yang bermotif batik, asal Kalimantan Timur.
Serta cemilan atau kue kering yang dibuat dari olahan ikan, cumi-cumi, bahkan dari olahan pare, turut dijual dalam ajang pameran UMKM tersebut.
"Kita sengaja mengangkat UMKM, untuk bisa berkolaborasi dalam acara tersebut, karena memang acaranya positif," ujar Ernawaty Gafar selaku Ketua Umum Iwapi Kota Balikpapan.
"Bagaimana UMKM untuk bisa terus start up, tapi terus terang tida bisa semua kita hadirkan, karena keterbatasan tempat," imbuhnya.
Baca juga: Gondol Sepeda Motor Terparkir di Balikpapan, Pria Asal Samarinda Dibekuk Polisi
Dengan melibatkan para pelaku UMKM, tentunya akan menimbulkan dampak positif.
"Apalagi respon Pemerintah ini luar biasa sekali, mereka (Pemerintah) benar-benar mensupport UMKM," tukas Erna.
Selain itu, ia mengungkapkan, bahwa anggota dari Iwapi adalah 85 persen berasal dari para pelaku UMKM.
"Karena kita semua adalah pengusaha perempuan, jadi para pelaku UMKM tercatat ada 85 persen. Kemudian 5 persennya adalah anggota," ulas Erna.
Baca juga: Pengerjaan Normalisasi DAS Ampal di Wika Balikpapan Membahayakan Anak-anak
"Kemudian 11 persen itu terdapat pengusaha menengah, sekitar 5 persen adalah pengusaha besar dan 4 persennya bagian kepengurusan," lanjutnya.
Erna selaku ketua Iwapi turut mensupport kegiatan-kegiatan UMKM, sehingga apa yang menjadi permasalahan para pelaku UMKM bisa teratasi.
"Bagaimana mereka (pelaku UMKM) bisa belajar menjalankan profesi marketing, mendapatkan permodalan, bagaimana mereka bisa bersosialisasi dengan pemerintah, dengan BUMN. Itu tugas saya, untuk bisa mengakomoditi itu semua," tuturnya.
Baca juga: 2 Faktor Pengerjaan Normalisasi DAS Ampal Lambat, DPRD Balikpapan Geram
Hal ini juga berkaitan dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN), yang diungkapkan Erna turut menghadirkan adanya peluang-peluang usaha.
"Dari IKN ini, kita bisa melihat banyak sekali peluang usaha. Oleh sebab itu kita harus ambil peluang itu," pungkasnya.
"Dan adanya pameran-pameran UMKM ini, adalah salah satu bentuk kami. Untuk mengambil peluang tersebut," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/iwapi-bpp.jpg)