Viral Pengakuan Ismail Bolong

Castro Dorong KPK Usut Nama-nama di Dokumen yang Beredar soal Ismail Bolong

Pusat Studi Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Saksi FH Unmul), Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Peneliti Saksi FH Unmul yang juga Dosen, Herdiansyah Hamzah mendorong KPK mengusut tuntas terkait aktivitas Ismail Bolong yang diduga mengalirkan dana ke beberapa nama perwira Polri dari aktivitas pertambangan ilegal di Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pusat Studi Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Saksi FH Unmul), Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas terkait Ismail Bolong.

Peneliti Saksi FH Unmul yang juga Dosen, Herdiansyah Hamzah, menilai kehadiran komisi antirasuah tersebut ke Kalimantan Timur baru-baru ini penting sebagai momentum penelusuran berbagai informasi perihal eks anggota Sat Intelkam Polresta Samarinda tersebut.

"Kalau KPK serius, mulailah proses penyelidikan dengan memeriksa Ismail Bolong dan nama-nama yang dia sebutkan dalam pengakuannya," tukas akademisi yang akrab disapa Castro ini, Senin (21/11/2022).

Castro sendiri mengaku mendapat dokumen pemeriksaan terhadap Ismail Bolong terkait aktivitas ilegal pertambangan batu bara di Kaltim.

Baca juga: Ismail Bolong Minimal Setahun 2 Kali Mudik ke Kampung Halaman dan Lakukan Hal Ini

Serta beberapa nama diduga mendapat aliran dana Ismail Bolong yang tertuang dalam laporan hasil penyelidikan Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri tertandatangan eks Kadiv Propam Ferdy Sambo.

"Termasuk nama-nama yang tertera dalam surat laporan hasil penyelidikan divisi propam itu," kata Castro.

Kalau melihat tempus delicti atau waktu kejadiannya, lanjut Castro, surat dan pengakuan Ismail Bolong itu kan sudah lama.

Artinya ada upaya untuk mengendapkan kejahatan. Jadi, seolah-olah anggota kepolisian yang terlibat, hendak disembunyikan dan diselamatkan.

Ini mengindikasikan adanya main mata antara aparat penegak hukum dan pelaku kejahatan tambang ilegal.

Baca juga: MAKI Kantongi Data Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong, Minta Polisi Usut Setoran

Fenomena main mata ini harus ditangkap sebagai bagian dari kuatnya potensi korupsi dan bentuk suap dan gratifikasi dalam bisnis haram tambang ilegal ini.

"Hal itu yang mesti disasar oleh KPK," pungkas Castro.

Sebelumnya diberitakan, Jajaran KPK pada unsur Deputi Pencegahan hingga Direktur Koordinator dan Supervisi (Korsup) sedang menggelar roadshow Hari Anti Korupsi (Hakordia) di Kota Samarinda.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK RI yang juga Juru Bicara KPK RI Ali Fikri ditemui, Kamis (17/11/2022) usai diskusi bersama awak media di Kota Samarinda menegaskan pihaknya fokus menelusuri laporan-laporan yang masuk perihal aktivitas pertambangan yang dilakukan eks anggota Polri Ismail Bolong.

Serta apa yang telah disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengajak KPK untuk mengusut mafia-mafia dalam usaha pertambangan.

Baca juga: Ismail Bolong Donatur Terbesar Masjid Istiqbal Bone, Janjikan Rp 1 M, Sudah Diserahkan Rp 500 Juta

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved