Viral Pengakuan Ismail Bolong

Ismail Bolong Masih Belum Ditangkap, Rocky Gerung Sarankan Kapolri Gelar Konferensi Pers

Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti penyelesaian Kapolri terkait pengusutan mafia tambang, Ismail Bolong.

Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
Youtube/Rocky Gerung Official
Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti penyelesaian Kapolri terkait pengusutan mafia tambang, Ismail Bolong. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti penyelesaian Kapolri terkait pengusutan mafia tambang, Ismail Bolong.

Dalam tayangan Rocky Gerung, Hersubeno Arief yang merupakan Jurnalis Senior singgung penangkapan Ismail Bolong yang masih belum dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Apa yang sebenarnya terjadi, dan apakah kita masih bisa berharap bahwa pemberantasan mafia tambang Ismail Bolong bisa dilakukan?" tanya Hersubeno Arief dalam tayangan Rocky Gerung pada Rabu, (23/11/2022).

Mengomentari hal tersebut, Rocky Gerung mengatakan bahwa Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengetahui seluruh jaringan mafia tambang.

"Dan banyak Jenderal yang mulai ketar-ketir karena Ismail Bolong pasti menganggap kalau dirinya satu grup," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung menyampaikan persoalan terkait mafia tambang ini telah ada sejak puluhan tahun di Indonesia.

Begitupun dengan pihak kepolisian yang masih saja terus terlibat di dalamnya.

"Bukan hanya mafia tambang, mafia tanah ada juga, terdapat kepentingan-kepentingan hierarki yang ingin menguasai tanah secara berlebihan," ujar Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, Ismail Bolong menyimpan kecemasan terkait dirinya sendiri yang ramai diisukan.

Baca juga: Kabareskrim Terima Uang Tambang Ilegal dari Ismail Bolong, Hendra Kurniawan: Faktanya Begitu

Namun akan memungkinkan bagi Ismail Bolong untuk mengkuak siapa saja yang terlibat dalam mafia tambang.

"Ismail Bolong juga mungkin dalam suatu peristiwa psikologis dia merasa untuk membuka ini," kata Rocky Gerung.

Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan perilaku yang memungkinkan Ismail Bolong untuk bersuara tersebut tergantung dari situasi yang sekiranya akan menguntungkan.

"Tergantung fraksi yang menginginkan ini dibuka, mampu membuat satu grup itu longgar, atau ada fraksi yang lain yang menyiapkan rencana lainnya," kritik Rocky Gerung.

"Sehingga, pak Kapolri mesti memilih obeng mana yang mau dipakai, yang melonggarkan atau yang mengencangkan tuh," lanjut Rocky Gerung.

Baca juga: Ferdy Sambo: Propam Pernah Selidiki Kasus Ismail Bolong, Ada Nama Kabareskrim di LHP ke Kapolri?

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved