Berita Kutim Terkini

Dinas Sosial Verifikasi Ulang 11.822 KK Data Keluarga Miskin di Kutim

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengemukakan, ada sekitar 11.822 kepala keluarga (KK) yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahtera

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Kawasan kumuh di pinggiran Sungai Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dinsos Kutim mendata ulang 11.822 kepala keluarga (KK) yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengemukakan, ada sekitar 11.822 kepala keluarga (KK) yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai keluarga miskin penerima bantuan.

Plt Sekretaris Dinsos Kutim, Budi Mulia mengatakan, data tersebut telah diminta oleh pemerintah pusat maupun kabupaten untuk diverifikasi ulang.

"Data ini yang diminta untuk kemudian divalidasi dan verifikasi ulang. Beberapa hari lalu saya lihat data validasi atau surveinya sudah bagus," ucapnya.

Jika sebelumnya tim menghitung berdasarkan per KK saja, saat ini tim sudah mencatat berdasarkan KK dan perseorangan.

Pendataan seperti ini dianggap efektif untuk kemudian hari untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos), baik menggunakan APBD maupun APBN.

Baca juga: Dinsos Kutim Beri Bantuan Uang Tunai untuk Ratusan Ojol dan Sopir Angkot

Menurutnya, jika berdasarkan pada KK, penghitungan dirasa kurang efektif sehingga perlu pendataan ulang per jiwa dalam KK agar data bisa lebih valid.

"Karena kalau berdasarkan KK, kita tidak tahu. Misal mereka dalam satu KK ada yang sudah meninggal atau yang lainnya, tapi dapat bantuan sosial juga," ujarnya.

Untuk proses pencatatan, akan digunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk sekaligus memperbaiki administrasi kependudukannya.

Jika berdasarkan DTKS, ada sekitar 1.600 yang NIK dan KK-nya perlu untuk diperbaiki, survei ini juga menguntungkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

"Ini survei yang bagus, selain mendata angka kemiskinan juga sekaligus memperbaiki administrasi kependudukan dari masyarakat," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved