Ibu Kota Negara

Pemkot Balikpapan Berusaha Kurangi Sampah Masuk ke TPA Manggar Seiring dengan Pemindahan IKN

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan berusaha mengurangi sampah yang masuk TPA Manggar seiring dengan program pemindahan dan pembangunan IKN.

Editor: Sumarsono
HO
Muhammad Haryanto, Kepala UPTD TPA Sampah Manggar Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan berusaha mengurangi sampah yang masuk TPA Manggar seiring dengan program pemindahan dan pembangunan IKN.

Menurut Muhammad Haryanto, Kepala UPTD TPA Sampah Manggar Balikpapan, pihaknya siap mendukung melalui program pengelolaan sampah di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara atau ( IKN ) ini.

Program pengelolaan sampah ini dalam rangka  menyukseskan pemindahan dan pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Muhammad Haryanto mengatakan, terkait program pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN ), Balikpapan sebagai kota penyanggah telah merasakan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan usaha.

Termasuk pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Balikpapan imbas dari migrasi penduduk dari luar Kalimantan Timur.

Akibat pertumbuhan penduduk tersebut lanjut Muhammad Haryanto, terjadi peningkatan jumlah sampah yang masuk TPA Manggar Balikpapan.

Baca juga: ITK Siapkan Pengembangan SDM untuk Mendukung Pemindahan dan Pembangunan IKN Nusantara

Di mana pada 2021 lalu, jumlah sampah yang masuk rata-rata 370 ton per hari.

Sedangkan pada 2022 ini, jumlah sampah yang masuk bisa mencapai 400-450 ton perhari.

Oleh karena itu, seiring dengan pemindahan IKN, Pemkot Balikpapan berusaha mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA Sampah Manggar.

Volume sampah yang masuk ke TPA Manggar Balikpapan meningkat dua kali lipat dari biasanya saat libur lebaran 2022. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Volume sampah yang masuk ke TPA Manggar Balikpapan meningkat dua kali lipat dari biasanya saat libur lebaran 2022. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Dikemukakan Muhammad Haryanto, telah dilaksanakan pembahasan  Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha ( KPBU ) terkait penggunaan teknologi sebagai solusi mengurangi tumpukan sampah di TPA Sampah Manggar.

Artinya, sampah yang datang tidak akan langsung masuk ke zona  sanitary landfield, melainkan dikelola terlebih dulu agar residu sampah yang masuk ke sanitary landfield ditarget hanya 40-50 ton perhari.

Hal tersebut sebagai upaya agar usia penggunaan TPA Sampah Manggar bisa lebih panjang, minimal bisa mencapai 15 tahun lagi.

Baca juga: Kapasitas Tampungan Sampah di TPA Manggar Hampir Penuh, Dari 7 Zona, Hanya Tersisa 2 Zona Tampungan

Selain itu, berbagai kegiatan di TPA Sampah Manggar yang sudah berjalan antara lain, memanfaatkan tumpukan sampah sebagai sumber gas metan yang disalurkan ke 305 kepala keluarga untuk memasak.

Gas metan juga dimanfaatkan UPTD sebagai sumber listrik khususnya penerangan di zona sanitary landfield.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved