Ibu Kota Negara

Upah Tak Sesuai Perjanjian, 13 Pekerja Konstruksi IKN Nusantara Nekat Pulang Kampung

Sebanyak 13 pekerja konstruksi IKN Nusantara memutuskan pulang kampung setelah 3 hari bekerja, Jumat (9/12/2022) dini hari.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi pekerja konstruksi IKN Nusantara. Sebanyak 13 pekerja konstruksi IKN Nusantara memutuskan pulang kampung setelah 3 hari bekerja, Jumat (9/12/2022) dini hari, lantaran pembayaran upah tak sesuai perjanjian. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sebanyak 13 pekerja konstruksi IKN Nusantara memutuskan pulang kampung setelah 3 hari bekerja, Jumat (9/12/2022) dini hari.

Belasan pekerja asal Jawa Tengah, persisnya Grobogan dan Demak, tersebut beralasan karena gaji yang mereka terima tak sesuai perjanjian.

Mereka lantas nekat menuju Mapolsek Pelabuhan Semayang Balikpapan untuk memohon bantuan untuk dipulangkan.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso membenarkan adanya belasan pekerja yang mendatangi Kantor Polsek Pelabuhan Semayang Balikpapan.

"Jadi tadi malam sekitar pukul 22.30 Wita, ada 13 orang laki-laki. Mereka bilang habis ikut kerja di IKN Nusantara di bagian konstruksi," ungkap Thirdy, Jumat (9/12/2022), melalui sambungan seluler.

Baca juga: Polda Kaltim Bangun Posko di IKN Nusantara untuk Perketat Pengamanan Pembangunan

Thirdy menjelaskan, belasan pekerja itu mengaku bahwa hanya menerima upah Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu. Padahal yang diperjanjikan Rp 130 ribu sampai Rp 150 ribu.

Setelah 3 hari bekerja memasuki hari ke-4, lanjut Thirdy, pekerja tersebut mengaku hendak mengutang kepada Kepala Rombongan mereka.

Namun Kepala Rombongan itu sendiri mengaku tak memiliki uang. Tak hanya itu, Kepala Rombongan itu lantas pergi dan hilang begitu saja.

"Belasan pekerja itu kemudian berangkat menggunakan angkutan online langsung menuju ke Polsek Pelabuhan Semayang untuk dibantu pemulangan," jelas Thirdy.

Baca juga: Sri Mulyani Bicara Anggaran IKN dengan Adanya Revisi UU IKN yang Masuk Prolegnas Prioritas 2023

Pada waktu tersebut, masing-masing hanya mengantongi uang berkisar Rp 200 ribu. Masih terbilang kurang untuk pembelian tiket dewasa dengan rentang tarif sekitar Rp Rp 350 ribu.

Kepolisian, lanjut Thirdy, kemudian membantu dengan membuat permohonan kepada Kepala Cabang Dharma Lautan Utama agar diseberangkan.

"Jadi mereka dibantu dengan membuat surat keterangan bahwa yang bersangkutan akan menyeberang ke Surabaya," tambah Thirdy.

"Sekitar pukul 03.00 Wita dini hari tadi, 13 orang ini mendapatkan tiket kapal feri tujuan Surabaya. Sementara untuk Kepala Rombongannya masih belum diketahui ada di mana sekarang," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved