Opini
Peningkatan Penyaluran KUR dan UMi bagi UMKM
Jika melihat angka penyaluran, jumlah pelaku UMKM yang telah mendapatkan pembiayaan KUR dan UMi di Kalimantan Timur masih belum optimal.
Oleh: Tri Wibowo
Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II B
Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur
UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia memiliki peranan penting dan krusial dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4 % dari total investasi. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Timur, jumlah UMKM di Kalimantan Timur per Desember 2021 sebanyak 344.581.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 598 (0,17 % ) merupakan usaha menengah, sebanyak 9.500 (2,76 % ) merupakan usaha kecil, dan sebanyak 334.483 (97,07 % ) merupakan usaha mikro. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di Kalimantan Timur masuk ke dalam usaha mikro. Jika dilihat dari lapangan usahanya, UMKM terbesar bergerak di sektor perdagangan, sedangkan yang terkecil di sektor kerajinan.
Namun, tingginya jumlah UMKM di Kalimantan Timur pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya juga tidak terlepas dari kendala yang ada. Beberapa kendala tersebut diantaranya adalah kesulitan permodalan, kesulitan dalam perizinan, kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, kesulitan untuk memasarkan produk, pengelolaan keuangan yang tidak efisien, kurangnya inovasi, dan masih banyak lainnya. Dalam rangka membantu mengatasi kendala kesulitan permodalan yang dialami UMKM, pemerintah telah melaksanakan program pembiayaan KUR dan UMi.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup. KUR bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Melalui program KUR, pemerintah memberikan subsidi bunga sehingga bunga yang dibebankan kepada penerima KUR menjadi lebih rendah. Program KUR disalurkan melalui perbankan dan telah berjalan sejak tahun 2007.
Penyaluran KUR tahun 2022 di Kalimantan Timur sampai dengan triwulan III 2022 sebesar Rp3,82 triliun yang disalurkan kepada 63.542 debitur, mengalami kenaikan nilai penyaluran sebesar Rp642,68 miliar atau 20,21 % bila dibandingkan dengan penyaluran KUR pada triwulan III tahun 2021. Jika dilihat dari sektornya, penyaluran KUR terbesar pada sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp1,99 triliun dan terkecil pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp400 juta. Jika dilihat per wilayah, penyaluran KUR terbesar berada di Kota Samarinda, sedangkan penyaluran KUR terkecil berada di Kabupaten Mahakam Ulu.
Dalam rangka melengkapi program KUR yang telah lebih dahulu berjalan, pemerintah kemudian melaksanakan program pembiayaan ultra mikro. Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan program pemerintah yang menyediakan fasilitas pembiayaan bagi usaha ultra mikro yang belum dapat mengakses program pembiayaan dari perbankan (unbankable). Program UMi dilaunching pada bulan Agustus 2017. Pembiayaan UMi disalurkan oleh BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). LKBB yang menyalurkan UMi contohnya adalah PT. Permodalan Nasional Madani (PT. PNM) dan PT. Pegadaian. Nilai penyaluran pembiayaan UMi kepada satu debitur paling banyak sebesar Rp20 juta.
Penyaluran pembiayaan UMi tahun 2022 di Kalimantan Timur sampai dengan triwulan III 2022 sebesar Rp27,22 miliar yang disalurkan kepada 6.566 debitur, mengalami kenaikan nilai penyaluran sebesar Rp3,69 miliar atau 15,72 % bila dibandingkan dengan penyaluran UMi pada triwulan III tahun 2021. Jika dilihat per wilayah, penyaluran UMi terbesar berada di Kota Balikpapan, sedangkan Kabupaten Mahakam Ulu merupakan satu-satunya wilayah di Kalimantan Timur yang belum terdapat realisasi penyaluran UMi karena belum adanya penyalur UMi di Kabupaten Mahakam Ulu.
Dari jumlah UMKM di Kalimantan Timur tahun 2021 sebanyak 344.581, UMKM yang telah mendapatkan pembiayaan dari pemerintah berupa KUR dan UMi sampai dengan Triwulan III 2022 sebanyak 70.108 atau 20,35 % dari jumlah UMKM di Kalimantan Timur. Jika melihat angka penyaluran tersebut, jumlah pelaku UMKM yang telah mendapatkan pembiayaan KUR dan UMi di Kalimantan Timur masih belum optimal. Diperlukan sosialisasi program pembiayaan KUR dan UMi yang lebih masif agar semakin banyak UMKM yang mengetahui program pembiayaan KUR dan UMi.
Selain itu, diperlukan sinergi yang lebih baik diantara para pihak yang terkait dengan penyaluran KUR dan UMi, diantaranya adalah Kanwil Ditjen Perbendaharaan beserta KPPN, pihak perbankan selaku penyalur KUR, pihak LKBB selaku penyalur UMi, pemerintah daerah, serta OJK dan Bank Indonesia. Dengan pelaksanaan sosialisasi dan sinergi yang lebih baik, diharapkan penyaluran KUR dan UMi kepada UMKM di Kalimantan Timur dapat semakin meningkat. (Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis).***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tri-wibowo.jpg)