Senin, 20 April 2026

Berita Nasional Terkini

Cuaca Ekstrem Hantui Libur Natal dan Tahun Baru 2023, BMKG Sebut Daftar Daerah yang Harus Siaga

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, terdapat potensi cuaca ekstrem terjadi di sejumlah provinsi selama masa libur Natal dan tahun baru 2023.

Dok BMKG
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (tengah). Hati-hati! Cuaca ekstrem diprediksi terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru 2023, BMKG sebut daftar provinsi yang harus siaga. 

Belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa Dihubungi terpisah beberapa waktu lalu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono juga menegaskan hal yang sama.

Menurutnya belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa.

Baca juga: Terbaru! Terjawab Sudah Kenapa Gempa Cianjur Terus Menerus Terjadi dan Sampai Kapan? Ini Kata BMKG

"Hingga saat ini belum ada teknologi dan sains yang mampu memprediksi dengan akurat kapan, di mana, berapa besar gempa akan terjadi," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/11/2022).

Daryono mengungkapkan, terjadinya gempa merupakan proses fisis berupa patahan batuan kulit bumi.

Pada suatu kondisi, lanjut dia, batuan atau kulit bumi itu tidak mampu menahan lagi dorongan sehingga terbangun dan bebatuan tidak bisa lentur lagi.

"Kemudian mengalami dislokasi dengan tiba-tiba sehingga terjadilah patahan yang kemudian memancarkan gelombang seismik atau gelombang gempa," jelas Daryono.

Gempa bumi tidak dapat diprediksi

Dilansir dari Survei Geologi Amerika Serikat, usgs.gov, gempa bumi tidak dapat diprediksi.

Dituliskan bahwa, baik USGS maupun ilmuwan lain, tidak pernah bisa meramalkan gempa besar.

"Kami tidak tahu caranya (memprediksi gempa), dan kami tidak berharap untuk mengetahui caranya kapan pun di masa mendatang," tulis USGS.

Baca juga: Update Gempa Cianjur: Intensitas Gempa Susulan Terus Melandai, BMKG Harap Masyarakat Tenang

Ilmuwan USGS hanya dapat menghitung probabilitas bahwa gempa bumi yang signifikan akan terjadi di area tertentu dalam beberapa kisaran tahun tertentu.

Fokus mitigasi Menurut USGS, ada tiga faktor yang perlu diperhatikan sebelum merilis prediksi gempa, yakni tanggal dan waktu, lokasi, dan magnitudo atau besarannya.

Namun, ketiga hal tersebut sulit dibaca menjelang gempa terjadi.

Beberapa dekade lalu, metode prediksi seperti itu pernah diterapkan di China.

Akan tetapi, gempa bumi besar justru datang tanpa didahului rentetan gempa kecil.

USGS akhirnya memfokuskan upayanya pada mitigasi bahaya gempa bumi jangka panjang dan dengan membantu meningkatkan keamanan struktur, daripada mencoba mencapai prediksi jangka pendek. (*)

Berita Prakiraan Cuaca

Berita Nasional Terkini Lainnya

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved