Berita Kaltara Terkini

BNNP Kaltara Tangani Kasus TPPU Dari Tersangka Sabu 1 Kg

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara menemukan aset Rp 597.032.904 hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

Editor: Samir Paturusi
NET
Ilustrasi- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara menemukan aset Rp 597.032.904 hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) 

TRIBUNKALTIM.CO- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara menemukan aset Rp 597.032.904 hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Rudi Hartono melalui Kabid Pemberantasan, AKBP Deden Andriana mengatakan kasus TPPU yang ditangani saat ini masih berproses dalam tahap melengkapi berkas.

Terdapat tersangka satu orang dari kasus ini.

“Totalnya mau hampir Rp 600 juta, dengan jumlah dua rekening. Untuk satu rekening sekitar Rp 12 juta tiba-tiba habis sendiri mungkin karena diambil juga. Karena waktu itu kami tidak dapat ATM, mungkin ditarik pakai ATM,” jelasnya.

Ia melanjutkan karena Rp 12 juta belum bisa dilakukan pemblokiran di bank, kemudian si pemegang ATM masih memiliki ATM sehingga mudah ditarik.

Baca juga: Eks Bupati PPU Terancam Dijerat Pasal Dugaan TPPU, Ketua KPK Firli Sebut Akan Maksimalkan Efek Jera

Baca juga: Bupati Nonaktif PPU AGM Akan Dijerat TPPU, KPK Curiga Asetnya Disamarkan Pakai Nama Orang Lain

“Rp 12 juta hilang semua dan satu rekening masih utuh belum diapa-apain. Nama dalam rekening atas tersangka sendiri. Cuma dalam satu rekening itu memang transaksinya cukup fantastis sampai Rp 300 juta sebulan. Kemudian nilainya mau hampir nihil, banyak penarikan sekian juta, dan tidak masuk akal,” bebernya.

Pendapatan Rp 300 juta dalam sebulan dinilai tidak realistis karena tidak memiliki pekerjaan. Tersangka juga sempat menyamapaikan membelikan pacarnya motor salah satunya.

“Motor sudah saya sita. Kemudian yang lainnya masih kendaraan juga belum kami dapati sampai sekarang. Ada motor Ninja. Tersangka masih di Lapas,” jelasnya.

Tersangka berinisial SK sendiri terlibat kasus sabu 1 kg tahun 2019.

Kasus SK sendiri memiliki status adik dari terduga pelaku utama kasus narkotika.

“Dia bekerja sama dengan kakaknya yang ada di Lapas Parepare itu,” jelasnya.

Perkembangannya, lanjut AKBP Deden, dalam perjalanan pengungkapan, karena saat itu akhir tahun 2019, maka kasus dilanjutkan di tahun 2020. Seluruh aliran dana keluar diperiksa pihaknya.

“Ada beberapa saksi di wilayah Sulsel bahkan sampai Papua. Sampai saat ini perkembangan kasus tahap satu kemudian dari Kejaksaan Tinggi ada beberapa catatan dan tahun 2023 mungkin sudah bisa P21,” bebernya.

Cara pelaku dalam proses dugaan TPPU ini, pelaku memanfaatkan beberapa aliran rekening. Mengumpulkan beberapa rekening yang bukan atas nama dirinya melainkan atas nama orang lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved