Bukit Doa Kalimantan
Soft Opening Bukit Doa Kalimantan Direncanakan 2023, Gratis untuk Pelayanan Retreat
Sejak awal berdoa, kami sangat yakin Pulau Kalimantan akan menjadi pusat segala sesuatu untuk memberkati dan memulihkan Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Progress pembangunan kawasan Bukit Doa Kalimantan di Kota Balikpapan hingga kini sudah mencapai 30 persen. Sejumlah gedung dan fasilitas untuk berdoa atau beribadah sudah selesai dibangun. Direncanakan tahun 2023 ini akan dilakukan soft opening.
“Mulai tahun 2023 kami akan soft opening. Jika ada kelompok doa atau gereja yang mau retreat dan kegiatan kerohanian di sini, kami berikan gratis. Cukup memberi persembahan kasih untuk pelayanan bagian kebersihan. Infomarsi lebih lanjut dapat menghubungi Yayasan Bethany Kalimantan. Listrik juga sudah terpasang, listrik PLN. Sedangkan air bersih menggunakan sumur bor,” tutur Ketua Yayasan Bethany Kalimantan Pdt Dr Samuel Kusuma MTh, saat berbincang dengan Tribunkaltim.co.
Tahun ini, Jaringan Doa Nasional (JDN) berencana menyelenggarakan konferensi doa nasional di Bukit Doa Kalimantan. Untuk itu, pembangunan Bukit Doa Kalimantan terus berlanjut. Saat ini telah menghabiskan dana senilai Rp60 miliar dari total Rp300 miliar yang dibutuhkan. Khusus tahun 2023 diproyeksikan penyelesaian pembangunan 60-70 persen.
Hingga awal Januari 2023, fasilitas yang sudah selesai dibangun yakni gua doa. Fasilitas pertama dibangun yakni Gua Doa Lima Jawatan. Ada jawatan pelayanan Rasul, Nabi, Gembala, Guru, dan Penginjil. Itu jawatan yang menyempurnakan Gereja Tuhan.
Dalam perjalanan pembangunannya, Ps Morris Cerrulo dari Amerika Serikat saat berkesempatan melakukan pelayanan di Kota Balikpapan pada tahun 2018, berkunjung ke Bukit Doa Kalimantan. “Hamba Tuhan ini selalu mengajarkan tentang Lima Jawatan. Beliau konsisten mengenai Lima Jawatan. Ternyata ini satu-satunya di dunia, gua doa yang didedikasikan untuk Lima Jawatan,” ungkap Pdt Samuel.
Selanjutnya, pada Sidang Raya Sinode Gereja Bethany Indonesia 2-4 Agustus 2022 lalu, peserta dari seluruh Indonesia datang ke sini untuk berdoa. Mereka menyatakan, tempat ini merupakan pusat doa. “Indonesia bisa kuat, sehat, pulih dan selamat menjadi bangsa yang hebat, karena kuasa Tuhan melalui doa, selain bekerja dan berintegritas. Doa menjadi bagian yang sangat penting,” tegas Pdt Samuel yang juga Ketua Sinode Gereja Bethany FOG Indonesia.
Selain Gua Doa Lim Jawatan, tersedia pula 7 gua doa keluarga dua lantai, jadi ada 14 gua. Itu merupakan tahap pertama. Kemudian pada tahap kedua, telah dibangun lagi 17 gua doa. Jadi saat ini totalnya ada 36 gua doa. Gua doa milenial diberi cat warna-warni. Gua tersebut merupakan persembahan keluarga-keluarga dari Balikpapan, Jakarta, Bandung, Jombang dan berbagai kota lainnya di Indonesia.
Mengapa diberi nama Bukit Doa Kalimantan? “Sejak awal berdoa, kami yakin Kalimantan akan menjadi pusat segala sesuatu untuk memberkati dan memulihkan Indonesia. Dan seiring perjalanan waktu, ternyata Bapak Presiden Joko Widodo menetapkan Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Selain itu, lokasi Bukit Doa ini juga di kawasan perbukitan. Mengapa doa? Karena doa adalah bahasa universal. Semua orang dalam agama atau iman apapun perlu doa. Puji Tuhan, Bapak Wali Kota Balikpapan dan jajarannya mendukung kami dengan perizinan,” ujar Pdt Samuel.
Menurutnya, Bukit Doa Kalimantan merupakan salah satu ikon di Kota Balikpapan dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Ada sentuhan keimanan. Walaupun masih dalam tahapan pembangunan, Bukit Doa Kalimantan telah dikunjungi masyarakat dari berbagai provinsi atau daerah. Bahkan pengunjung dari Papua dan Toraja berkeinginan untuk membangun tempat doa yang sama dengan Bukit Doa Kalimantan, di daerah mereka. “Ini merupakan wujud Indonesia dengan dasar negara Pancasila sila pertamanya Ketuhanan yang Maha Esa. Ada Bhineka Tunggal Ika. Ini merupakan salah satu sarana untuk masyarakat datang beribadah kepada Tuhan, tanpa melihat denominasi gereja,” tandasnya.
Selain itu, lanjut Pdt Samuel, orang-orang yang datang berdoa di Bukit Doa Kalimantan mengalami banyak muzijat dan keajaiban dalam kehidupan mereka. Ada yang datang berdoa subuh, pagi, siang dan malam hari. “Banyak yang datang ke sini mengalami mujizat Tuhan. Ini bukan soal tempat, tapi karena doa dan iman mereka yang menyembuhkan dan memulihkan. Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Sangat banyak kesaksian yang kami terima,” tambahnya.
Pembangunan Bukit Doa Kalimantan masih terus berlanjut. Menurut Pdt Samuel diperlukan dana senilai lebih Rp300 miliar. Jika ingin mengambil bagian menabur dalam proyek ini, dipersilakan mentransfer ke Rekening Bank UOB: 320.100.3324 atas nama Yayasan Bethany Kalimantan/Bukit Doa Kalimantan. Selanjutnya bukti transfer disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 0821-5757-9280.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.