Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Inflasi Kaltim Desember 2022 Tercatat 0,23 Persen

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,23 persen sepanjang Desember 2022

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Ilustrasi- Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,23 persen sepanjang Desember 2022. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,23 persen sepanjang Desember 2022.

Pada Bulan Desember 2022 dari 90 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional, semua kota mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Bandung sebesar 2,04 persen, dan Inflasi terendah sebesar 0,01 persen terjadi di Sorong.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana menerangkan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) dan tahun ke tahun (year-on-year/yoy), inflasi di Kaltim mencapai 5,35 persen (gabungan 2 Kota, Samarinda dan Balikpapan).

"Kedua Kota IHK Kaltim juga mengalami Inflasi yakni Samarinda sebesar 0,26 persen dan Balikpapan sebesar 0,20 persen," ungkapnya, Rabu (4/1/2023).

Baca juga: Tekanan Inflasi Diprediksi Meningkat, Faktor Cuaca dan Permintaan Masyarakat di Akhir Tahun

Baca juga: Beri Subsidi Ongkos Angkut, Cara Pemprov Kaltim Kendalikan Inflasi Dampak Kenaikan BBM Jelang Nataru

Terdapat lima kelompok mengalami inflasi, empat kelompok mengalami deflasi dan dua lainnya terpantau stabil dari total 11 kelompok pengeluaran pada Desember 2022.

“Kelompok yang memberi andil inflasi yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,14 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,07 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen," terangnya.

Disusul, kelompok kesehatan menyumbang andil inflasi sebesar 0,01 persen dan kelompok perumahan, air, listrik serta bahan bakar rumah tangga sebesar 0,004 persen.

Sementara, kelompok yang memberikan andil deflasi yakni kelompok transportasi, kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,0191 persen.

Lalu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0111 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,0003 persen.

"Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan pada Desember 2022 cenderung stabil," lanjut Yusniar.

Yusniar turut menyampaikan, bahwa komponen energi di Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 117,28.

Sedangkan, Kota Samarinda tercatat sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 113,66.

“Komponen bahan makanan pada Desember 2022 di Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,96 persen dengan IHK sebesar 115,98 dan di Kota Samarinda komponen bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,52 persen dengan IHK sebesar 115,77,” ungkapnya.

Secara spasial, dia menuturkan bahwa dari 12 kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan seluruhnya mengalami inflasi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved