Minggu, 3 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Inflasi Kaltim Desember 2022 Tercatat 0,23 Persen

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,23 persen sepanjang Desember 2022

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Ilustrasi- Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,23 persen sepanjang Desember 2022. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

“Inflasi tertinggi terjadi di Banjarmasin sebesar 0,72 persen dengan IHK 117,05 sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor yaitu sebesar 0,19 persen dengan IHK 113,23,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Ricky Perdana Gozali, menerangkan, peningkatan pada harga pangan disebabkan tingginya permintaan saat momentun Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Baca juga: Kanwil V KPPU Balikpapan Lakukan Penegakan Hukum hingga Pengendalian Inflasi

Khusus komoditas holtikultura, harga meningkat didorong musim hujan dan selesainya puncak panen.

"Selain itu kelompok makanan, kelompok minuman dan tembakau juga mengalami peningkatan harga," sebutnya.

Kondisi berbanding terbalik di kelompok transportasi. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,13 persen dari bulan sebelumnya sebesar 0,07 persen (secara month to month/mtm).

Ricky menjelaskan, penurunan harga di kelompok transportasi disebabkan adanya beberapa rute penerbangan baru, baik masuk maupun keluar Kaltim.

Selain itu, deflasi kelompok transportasi juga dipengaruhi normalisasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM.

Tim pengendali inflasi daerah (TPID) di Kaltim punya program bernama Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk mengendalikan inflasi dan mengantisipasi kenaikan harga komoditas.

"Salah satu upayanya adalah bersinergi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang. Agar distribusi lancar, ongkos angkutan komoditas pangan strategis diberi subsidi," terang Ricky.

Pada Desember 2022, TPID Kaltim dan kabupaten/kota juga mengadakan operasi pasar atau pasar murah.

Kegiatan ini untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, ada juga penyerahan bantuan sosial sebagai bentuk realisasi dana transfer umum (DTU) senilai Rp 40 miliar. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved