Berita Kaltim Terkini
Pemprov Kaltim dan Pemerintah Cotabato Filipina Jajaki Kerja Sama di Berbagai Sektor
Kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Filipina jajaki kerja sama dengan skema Sisterhood Province disebut bakal untungkan dua pihak.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Filipina jajaki kerja sama dengan skema Sisterhood Province disebut bakal untungkan dua pihak.
Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya pertemuan Pemerintah pusat melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dengan pihak Pemerintah Provinsi Cotabato Selatan di Kota Koronadal, Filipina Selatan pada 9-10 Juni 2022 lalu.
Pada pertemuan ini, terdapat keinginan dari Pemprov Kotabato Selatan guna menjalin kerja sama dalam skema sisterhood province dengan Provinsi Kalimantan Timur.
Keseriusan tawaran kerja sama dari Pemprov Kotabato Selatan dibuktikan dengan penyerahan letter of intent.
Baca juga: Perkembangan PMK di Kaltim Kini Sudah Zero Case
Serta draft Memorandum of Agreement Sisterhood Province Affiliation kepada KJRI Davao City yang diteruskan kepada Pemprov Kaltim guna mendapatkan tanggapan.
Potensi kerja sama sendiri disebut akan untungkan dua belah pihak.
Bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, olahraga, budaya, dan pertukaran best practices dalam sistem pemerintahan.
Menanggapi tawaran kerja sama dari negara tetangga, Pemprov Kaltim melalui Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (POD) Bagian Kerja Sama melakukan rapat internal bersama Perangkat Daerah terkait.
Baca juga: Perbatasan Kaltim-Kalsel di Paser jadi Fokus Pencegahan PMK Ternak
Dalam rapat masing-masing OPD memaparkan potensi komoditi di Benua Etam yang berpeluang menjadi komoditas ekspor ke Filipina.
Di antaranya ekspor hasil pertanian hortikultura seperti pisang kepok grecek khas Kaltim, buah naga, dan jahe putih, produk perikanan seperti udang dan rumput laut, serta potensi kerja sama di bidang lainnya.
Kepala Bagian Kerja Sama Biro POD Setdaprov Kaltim, Agung Masuprianggono menjelaskan, Rapat Pembahasan Rencana Kerja Sama Sisterhood Province antara Pemprov Kaltim (Indonesia) dan Pemprov Cotabato Selatan (Filipina) sudah dilaksanakan, Kamis (26/1/2023) lalu.
Pihaknya, mendapat masukan dari seluruh dan akan menginventarisir potensi dan informasi lengkap tentang Kaltim untuk dikirim ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Baca juga: Kenapa Diberi Nama Balikpapan? Begini Asal Usul Kota Besar Kaltim, Penyangga IKN Nusantara
“Kita akan gali informasi selengkapnya potensi kedua daerah. Prinsipnya harus saling menguntungkan,” sebut Agung, Minggu (29/1/2023).
Lebih lanjut ditegaskan Agung, Pemprov Kaltim berprinsip menyambut baik tawaran dari mitra luar negeri tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal yang turut mengikuti rapat juga sempat memberi masukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemrov-kaltim-111.jpg)