Sabtu, 2 Mei 2026

Ekonomi dan Bisnis

Bank Indonesia Kaltim Sebut Inflasi Masih Terkendali

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur menyebut inflasi masih terkendali. Inflasi Kaltim disebut masih terkendali.

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Ilustrasi pasar di Kota Samarinda. Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur menyebut inflasi masih terkendali. Inflasi Kaltim disebut masih terkendali, posisi Kaltim masih berada di bawah inflasi nasional. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur menyebut inflasi masih terkendali. Inflasi Kaltim disebut masih terkendali, posisi Kaltim masih berada di bawah inflasi nasional.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim periode Januari 2023 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,43 persen (mtm).

Atau 4,90 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 5,28 persen (yoy).

Dilihat dari kelompok pengeluarannya andil inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Sementara tekanan inflasi, tertahan oleh deflasi kelompok transportasi.

Baca juga: Inflasi Kaltim Desember 2022 Tercatat 0,23 Persen

Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 5,62 persen (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya dengan capaian inflasi 6,55 persen (yoy).

Peningkatan harga sendiri utamanya pada komoditas beras, ikan layang/benggol, dan nasi dengan lauk.

Peningkatan harga pada komoditas pangan didorong oleh ketersediaan pasokan yang menipis akibat curah hujan dan gelombang air laut yang tinggi.

"Peningkatan tipis dari sisi permintaan akibat adanya perayaan tahun baru 2023 dan Imlek,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Ricky P Gozali, kepada TribunKaltim.co, Jumat (10/2/2022).

Baca juga: Inflasi Kaltim Februari 2021 Tetap Terkendali, Harga Pangan Mengalami Peningkatan

Tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan adanya penurunan harga pada kelompok transportasi.

Kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,89 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan deflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,13 persen (mtm).

Deflasi didorong oleh penurunan harga angkutan udara setelah berkurangnya permintaan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), Natal dan Tahun Baru Nataru serta berakhirnya masa berlaku penerapan biaya tambahan yang dikenakan oleh maskapai penerbangan.

"Selain itu capaian deflasi kelompok transportasi juga disebabkan oleh normalisasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM terhadap beberapa komoditas pada kelompok transportasi,” sambung Ricky.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bisa dikatakan berhasil mengendalikan laju inflasi ini pada Januari 2023.

Sehingga upaya optimalisasi program pengendalian inflasi terus dilakukann mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Ricky turut menyampaikan TPID di wilayah Kaltim aktif bersinergi bersama pemangku kepentingan lainnya melakukan berbagai kegiatan pengendalian inflasi daerah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved