Jumat, 1 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Tanpa Honorer Pendidikan akan Ganggu Kinerja Para Pengajar di Berau

Sehingga ia berharap pemerintah bisa lebih jernih melihat fakta lapangan. Menurutnya, bisa saja pemerintah pusat memiliki pertimbangan

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.co/Renata Andini
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Yudi Artangali, menyatakan, harapan Disdik tenaga honorer atau PTT pendidik itu bisa terangkat jadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sesuai data Dinas Pendidikan Berau, tenaga pendidik di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, diperkirakan ada sekitar 2.000 lebih yang masih menyandang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Yudi Artangali, ia menyebut bahwa masih adanya isu penghapusan tenaga honorer sangat masih memberatkan.

Sehingga ia berharap pemerintah bisa lebih jernih melihat fakta lapangan. Menurutnya, bisa saja pemerintah pusat memiliki pertimbangan sebelum mengambil kebijakan itu.

“Kita akui bahwa salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki banyak tenaga honorer adalah Dinas Pendidikan,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (14/2/2023).

Baca juga: Pemkab Kukar Dapat Kuota 2 Ribu PPPK pada 2023, Tenaga Honorer Diprioritaskan

Diakunya bahwa keberadaan tenaga pendidik honorer itu masih sangat dibutuhkan. Bahkan dapat dikatakan urgent.

Mengingat kebutuhan tenaga pendidik yang dinilai masih kurang, termasuk tenaga penunjang di sekolah-sekolah dengan status honorer.

"Pusat itu buat aturan dengan harapan tertentu, namun harapan kami juga di daerah-daerah tentu dengan melihat kenyataan di lapangan, bahwa tenaga-tenaga ini teramat sangat dibutuhkan, karena kita kekurangan banyak," ungkapnya.

Dengan peraturan yang akan diberlakukan efektif November nanti 2023 nanti, pemerintah daerah khususnya dinas pendidikan harus menanggung dampak dari kebijakan tersebut.

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Tegas Menolak Penghapusan Tenaga Honorer

Namun, tentu Disdik tidak tinggal diam. Menurut Yudi, pihaknya tentu memiliki skenario yang pastinya sama dengan dengan daerah lain di Indonesia yang berupaya mempertahankan tenaga pendidik status honorer ini.

"Karena fakta lapangan kita masih butuh, bahwa ada seribu lebih, kemudian ada sekitar seribuan juga di sekolah-sekolah, jadi ada sekitar 2 ribuan statusnya honor," ungkapnya.

Disdik tentunya sedang bersiap-siap menghadapi dampak jika kebijakan itu diberlakukan efektif November mendatang.

Ditanya mengenai skenario yang diupayakan, Yudi mengungkapkan bahwa harapan Disdik tenaga honorer atau PTT pendidik itu bisa terangkat jadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Baca juga: Soal Wacana Penghapusan Tenaga Honorer, Walikota Balikpapan Akui Sedih

Di bulan-bulan awal tahun sudah ada seleksi dengan formasi formasi 700 orang jadi P3K.

"Semoga terhujud, kemudian pengangkatan 2023 ada seleksi lagi dan mudah-mudah bisa teratasi," jelasnya.

Ilustrasi Tenaga Honorer
Ilustrasi Tenaga Honorer (TribunKaltim.Co)

Untuk sebaran tenaga PTT dan Honorer, disebutnya cukup merata di 13 kecamatan di Kabupaten Berau.

Menunjukan tingginya angka kebutuhan tenaga pendidik.

Apalagi, kuota yang diberikan kepada daerah menurutnya masih belum memadai untuk menutupi kebutuhan tenaga pendidik di Berau setiap tahunnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved