Berita Kaltim Terkini
Wamendag Jerry Sambuaga Cek Bahan Pokok di Pasar Segiri Samarinda Jelang Bulan Ramadhan
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengek bahan pokok di Pasar Segiri Samarinda jelang Ramadan 1444 Hijriah
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengek bahan pokok di Pasar Segiri Samarinda jelang Ramadan 1444 Hijriah.
Bulan suci Ramadan 1444 Hijriah yang jatuh sekitar bulan Maret 2023 jadi atensi Kementerian Perdagangan terlebih pada pe penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Tinjauan Wamendag Jerry Sambuaga melihat harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar induk ini.
Kunjungan ini memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan harga yang beredar di masyarakat sesuai yang ditetapkan.
Ini juga ialah langkah pihaknya dalam upaya menekan laju inflasi daerah.
Baca juga: Dihadapan Mendag Zulhas, Walikota Samarinda Andi Harun Minta Rp90 Miliar Bangun Pasar Segiri
Baca juga: Harga Telur Terus Meroket Hingga Rp 62 Per Piring, Pedagang Pasar Segiri Samarinda Batasi Stok
"Kedatangan ke Pasar Segiri melihat dan mendatangi langsung ke beberapa pedagang pasar serta mengecek beberapa persediaan kebutuhan pokok dan harganya," ujarnya ditemui, Sabtu (18/2/2023).
"Saya dengan pak Menteri biasanya memang selalu ke pasar-pasar mengecek, ini dilakukan untuk memastikan persediaan dan pasokan lancar," sambungnya.
Wamendag Jerry Sambuaga sendiri saat melakukan pengecekan didampingi Kepala Disperindagkop UKM Kaltim M. Sa'duddin, Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kaltim, Ali Wardana.
Lalu ada juga Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Marnabas dan Plt Asisten II Pemkot Samarinda Abdullah.
Persediaan dan harga berbagai kebutuhan pokok tampak di cek rombongan dibeberapa lapak pedagang.
Secara spesifik Wamendag Jerry Sambuaga mengecek ketersediaan Minyak Kita di Pasar Segiri Samarinda.
"Contohnya Minyak Kita, kami memastikan dan mendapatkan temuan bahwa harga minyak agak diatas Harga eceran tertinggi (HET).
HET minyak goreng subsidi dan curah yang dijual pedagang di Pasar Segiri Samarinda berkisar diangka Rp15.500-Rp16.000 per liternya.
Ini lebih tinggi Rp1.500-Rp2.000 per liter dari HET.
"Pedagang mengaku menjual lebih tinggi dari HET, karena saat membeli dari distributor sudah mahal," ungkap Jerry Sambuaga.
Melihat ini, Wamendag Jerry Sambuaga langsung meminta Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda segera mengambil langkah.
Tentunya untuk menstabilkan harga minyak goreng, memastikan pedagang menjual dengan harga sesuai HET Rp14.000.
"Ini menjadi temuan untuk kami, minta tolong untuk Pak Kadis tetap memastikan harga 14.000 per liter sampai ke pedagang," tegasnya.
Kebutuhan pokok selain minyak goreng, juga cenderung masih stabil menjelang bulan suci ramadan mendatang
"Penting ketika harga pokok stabil dan ketersedian ada karena akan menyambut bulan puasa dan lebaran," terangnya.
Benua Etam yang diketahui masih sebagian besar memasok bahan pokok dari Provinsi lain, juga menjadi dikatakan Wamendag masih dalam batas wajar.
Pastinya ini turut menjadi atensi pemerintah pusat dibantu seluruh pihak di daerah.
Menurut Wamendag Jerry Sambuaga, ketika stok aman, tentu dengan sendirinya harga akan terkendali.
"Kita lihat tadi ada cabai, tomat, bawang putih, bawang merah fluktuasi relatif jangkauannya masih wajar, mudah-mudahan ini bisa terus bertahan," pungkasnya.
Diwawancarai usai menemani Wamendag, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Marnabas mengatakan pihaknya dalam menekan laju inflasi juga terus memantau pergerakan harga setiap harinya.
Pihaknya juga menggandeng mitra agar turut ikut melakukan gerakan menekan inflasi menjaga kestabilan harga serta ketersediaan pasokan utamanya bahan pangan.
Baca juga: Harga Sembako di Pasar Segiri Samarinda Jelang Ramadhan 2022, Daging Sapi dan Bawang Naik
"Upaya penekanan inflasi seperti operasi pasar murah dilakukan termasuk menggandeng mitra Varia Niaga membina panen petani binaan, seperti yang kami lakukan pada petani cabe," ujar Marnabas.
Sementara itu salah satu pedagang di Pasar Segiri Samarinda Ibu Suti yang lapaknya sempat dikunjungi rombongan Wamendag mengatakan harga bahan pokok saat ini masih stabil.
"Kalau bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay masih sama, harganya Rp25 ribu sampai Rp35 ribu per kilogramnya," ujarnya yang sudah 25 tahun berdagang di Pasar Induk Kota Samarinda ini.
Untuk harga sayuran hijau yang dijual Ibu Suti juga tidak mengalami kenaikan. Ini disebutnya karena petani sayur lokal masih mengalami musim panen.
Kenaikan harga, lanjut Ibu Suti, dialami pada cabai merah sebesar Rp55 ribu per kilogram dari yang sebelumnya Rp45 ribu.
"Kalau harga biasanya (normal) nggak sampai Rp50 ribu, didatangkan dari Sulawesi kalau ini (cabai) memang agak terlambat datangnya," tandas Ibu Suti. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Perdagangan-Wamendag-Jerry-Sambuaga-saat-mengecek.jpg)