Senin, 13 April 2026

Banjir di Kukar

Banjir Lagi di Kukar, Warga RT24 Tolak Perpanjangan Izin Tambang

Banjir kembali dialami warga RT24, RT01, dan RT02 kelurahan Sangasanga Dalam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

|
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/Warga Sangasanga Dalam
Banjir kembali dialami warga 3 RT di kelurahan Sangasanga Dalam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur imbas galian tambang. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Banjir kembali dialami warga RT24, RT01, dan RT02 kelurahan Sangasanga Dalam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Hujan yang berlangsung sekitar 1 jam pada pukul 16.00 wita, mengakibatkan aktifitas ekonomi warga mengalami lumpuh total.

Air bercampur lumpur pekat menerjang rumah-rumah warga dan merendam area pertanian.

Diduga air dalam jumlah besar itu berasal dari lahan bekas tambang CV. SSP yang lokasinya lebih tinggi dari pemukiman warga.

Baca juga: 2.800 Tabung LPG 3 Kg Didistribusikan ke 3 Kecamatan Terdampak Banjir di Kukar

"Lahan bekas tambang yang telah di tinggalkan 10 tahun lalu masih menimbulkan bencana apalagi jika ada penambangan baru lagi," ucap Ketua RT24, Zainuri kepada TribunKaltim.co pada Senin (20/2/2023).

Menurutnya, dampak banjir juga meninggalkan lumpur yang mengotori rumah, halaman, jalan-jalan dan infrastruktur kampung.

Selain itu, tanaman di sekitar lingkungan rumah menjadi rusak dan menyebabkan warga yang bertani dan berkebun mengalami gagal panen.

Zainuri menyebut, hujan yang lazimnya di syukuri warga sebagai berkah telah berubah menjadi bencana semenjak hutan di hulu RT.24 ditambang.

Baca juga: Atasi Banjir di Kukar, Dinas PU Bakal Normalisasi Anak Sungai Tenggarong

Hal itu menyebabkan warga RT24 kecewa dan marah karena pemerintah masih memberikan kesempatan CV. SSP untuk menambang di lingkungannya.

"Bukannya mereka dituntut tanggung jawab reklamasi dan ganti rugi atas bencana yang ditimbulkan bertahun tahun, justru sebaliknya," kata Zainuri.

Kata dia, sejumlah upaya untuk menghadang erosi sudah dilakukan. Warga secara swadaya menanami bukit-bukit bekas tambang.

warga rt 3
Banjir kembali dialami warga 3 RT di kelurahan Sangasanga Dalam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur imbas galian tambang.

Bukit bekas galian emas hitam tersebut ditanami pohon kopi, pohon pisang dan sejumlah pohon buah-buahan lainnya.

Meski telah ditanami berbagai pohon, namun tetap saja, banjir selalu menghantui warga jika wilayah RT.24 diguyur hujan.

Baca juga: BREAKING NEWS Banjir di Kukar, Dua Desa Saat Pergantian Tahun Tergenang, Lima Dusun Terendam

"Warga menolak keras hadirnya CV. SSP yang telah merusak ruang hidup RT 24, dan menuntut pemerintah agar IUP CV SSP yang akan berakhir pada 8 April 2023 tidak diperpanjang," tegas Zainuri. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved