Jembatan Penghubung SMP N 5 Terendam Banjir
Hingga kini Jembatan penghubung SMP Negeri 5 Bontang tergenang air usai diguyar hujan pada Rabu (22/2/2023) lalu.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Geafry Necolsen
Jembatan Penghubung SMP N 5 Terendam Banjir
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Jembatan penghubung SMP Negeri 5 Bontang tergenang air usai diguyar hujan pada Rabu (22/2/2023) lalu.
Bahkan hingga saat ini, akses penghubung para pelajar dan guru yang tergenang itu belum juga surut.
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah pun terpaksa harus meninjau kondisi jembatan usai mendapat keluhan dari pihak sekolah.
Kata Najirah, Pemkot Bontang akan meninggikan jambatan penghubung itu lebih tinggi dari genangan air.
Namun sebelum itu, akses masuk sekolah harus dialihkan sementara dengan menjebol pagar belakang agar bisa dilewati para pelajar.
"Pintu masuknya sementara dialihkan lewat pagar belakang sembari menunggu air di sembatan surut. Nanti kami usahakan untuk meninggikan jembatan,"kata Najirah saat dijumpai di SMP Negeri 5 Jumat, (24/2/2023).
Dijelaskan Najirah, jembatan penghubung itu berada di lokasi lahan milik perusahaan. Sehingga jika pemerintah ingin melakukan pembangunan, tentunya perlu berkoordinas dengan pihak perusahaan.
Sementara upaya Pemkot Bontang untuk mengatasi genangan air sudah dilakukan.
Sejumlah petugas Disdamkartan telah diterjunkan untuk mencari titik buntu drainase agar debit air bisa berkurang.
Kemudian untuk mempercepat pengerjaan agar debit air bisa berkurang, Disdamkartan juga menurunkan alat penyedotan air.
"Kita sudah upayakan, dengan menyedot airnya serta mencari titik buntu drainase. Kemudian soal koordinasi, saya rasa perusaah tidak akan menutup mata,"pungkasnya.
Penulis: Ismail Usman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jembatan-smpn-5-botang.jpg)