DKISP Paser Genjot Pemerataan Infrastruktur Digital, Pastikan Semua Wilayah Tuntas dari Blank Spot

Infrastruktur digital menjadi salah satu program prioritas Bupati Paser Fahmi Fadli.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Diah Anggraeni
Tribunkaltim.co/Syaifullah Ibrahim
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Paser Ina Rosana saat menjelaskan terkait infrastruktur digital 

TRIBUNKALTIM.CO - Blank spot masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kabupaten, khususnya di wilayah pelosok.

Mengingat hal itu, infrastruktur digital pun menjadi salah satu program prioritas Bupati Paser Fahmi Fadli pada tahun 2024.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser, Ina Rosana menyampaikan terima kasih atas masuknya infrastruktur digital dalam program prioritas bupati Paser.

"Mendengar paparan dari bupati Paser maupun ketua DPRD, kami dari DKISP Paser berterima kasih, karena bupati sudah memasukkan infrastruktur digital dalam salah satu dari 8 program prioritas 2024. Begitupun yang disampaikan Ketua DPRD Paser bahwa, begitu pentingnya pemerataan infrastruktur digital," kata Ina., Senin (27/2/2023).

Baca juga: DKISP Paser Beri Wawasan Fungsi dan Peran KIM, Kades Mengkudu Ingin Potensi Desa Dapat Terekspos

Dikatakannya, DKISP Paser sementara ini melakukan pemerataan infrastruktur digital di seluruh wilayah.

"Alhamdulillah, sebetulnya kalau menghitung desa, yaitu 139 desa akan tuntas dari blank spot di 2023 ini, seiring dengan adanya bantuan BTS dari Kementrian Kominfo yaitu 47 menara dengan opsel XL dan Indosat," tambahnya.

Selain itu, juga akan dibangun 3 menara melalui APBD di Desa Belimbing, Muara Toyu, dan Muara Payang.

Hanya saja, kata Ina, harus disamakan persepsi bahwa 139 desa di Paser sudah ada jaringan internet.

Namun, dalam satu desa masih mencakup dusun dan RT yang terkadang belum tersentuh oleh jaringan.

"Ini yang sementara kita sisir, dengan mendata semua wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan dalam satu desa, itu yang sementara kita usahakan," jelas Ina.

Baca juga: Penuhi Akses Informasi Masyarakat Secara Cepat, DKISP Paser Gelar Sosialisasi Pembinaan KIM

Adanya program smart city, smart village, dan desa digital, kata Ina, harus didukung dengan infrastruktur digital.

Hal tersebut merupakan suatu persoalan yang mendasar untuk bisa diakomodasi.

"Sebagaimana arahan dari Presiden RI bahwa, Indonesia harus menjadi negara digital, namun infrastruktur juga harus dibenahi," tambahnya.

Dikatakan, berkaca dari Pandemi Covid-19 lalu, membuat orang sadar bahwa infrastruktur digital memang sangat penting.

Tak hanya dari sektor pendidikan, namun disemua sektor, begitupun dari segi ekonomi yang juga dinilai sangat berpengaruh.

"Dengan adanya digitalisasi dari faktor ekonomi, juga akan terus mendorong perekonimian kita untuk tetap bergerak. Namun kembali ke infrastrukturnya lagi, bahwa di sana harus ada sinyal, ada jaringan. Kalau hal itu tidak ada, maka perputaran ekonomi bisa saja terhambat," urainya.

Baca juga: Implementasi Smart City, DKISP Paser Dorong 6 Program Prioritas Bidang Informatika

Ina menambahkan, dengan adanya komitmen bupati Paser dan ketua DPRD Paser akan terus dilakukan pembenahan infrastruktur digital.

"Infrastruktur digital ini memang hal yang krusial, sinyal dan jaringan itu memang tidak kelihatan berbeda dengan jalan dan jembatan, namun itu merupakan dari bagian infrastruktur juga dan sekarang ini sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat kita, semua memaksa kita bertransformasi dari manual ke digital," tutup Ina. 

Pemenuhan infrastruktur digital ini untuk mewujudkan visi Paser yang Maju, Adil dan Sejahtera (MAS), tepatnya misi kedua, yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan profesional.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved