Kesehatan
Kenali Segera, 6 Gejala Stunting pada Balita
Orang tua wajib mengetahui cara mencegah stunting pada Balita, untuk menjaga kesehatan buah hati
TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa daerah di Indonesia sekarang ini sedang membahas soal persoalan stunting.
Stunting jadi problem bagi bangsa Indonesia. Nah, sebenarnya apa itu stunting.
Lalu bagaimana cara mengidentifikasi suatu anak dikategorikan masuk sunting?
Stunting pada balita di Indonesia, masih menjadi permasalahan bersama yang perlu dicegah.
Baca juga: Gerakan Penambahan Hari Buka Posyandu Perangi Stunting di Samarinda
Berdasarkan data dari UNICEF, stunting pada balita terjadi pada usia 0 sampai 59 bulan.
Orang tua wajib mengetahui cara mencegah stunting pada Balita, untuk menjaga kesehatan buah hati.
Sebab stunting pada balita dapat dicegah mulai pada masa kehamilan ibu.
Lantas bagaimana cara mencegah stunting pada balita?
Simak beberapa tips cara mencegah stunting pada balita yang Tribunnews kutip dari bappeda-litbang.banyuasinkab.go.id berikut ini:
Cara Mencegah Stunting pada Balita
1. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
2. Menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.
Baca juga: Alasan Ibu Hamil Banyak Konsumsi Pangan Protein Hewani, Antara Lain Tangkal Stunting
3. Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu:
- Setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulan
- Setiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahun
- setiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahun
- Setiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun
4. Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.
5. Memberikan ASI eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai.
Penyebab Balita Mengalami Stunting
Stunting pada balita disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi, antara lain:
1. Kurangnya edukasi soal asupan gizi saat hamil.
2. Kurangnya gizi saat bayi lahir hingga usia 2 tahun.
3. Kondisi kesehatan ibu yang buruk
4. Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk
5. Infeksi penyakit
Jika balita mengalami Stunting, tentu akan terlihat gejala yang terjadi.
Baca juga: Survei Status Gizi Indonesia Mencatat Angka Kasus Stunting di Paser Naik Tiap Tahun
Dilansir dari laman resmi RS Dr Sardjito, terdapat beberapa gejala Stunting pada balita yang dapat diamati.
Gejala Stunting pada Balita
1. Pertumbuhan fisik terganggu
2. Perkembangan otak terganggu, sehingga berpengaruh pada kinerja motoriknya
3. Badan anak lebih pendek dari anak seusianya.
4. Berat badan rendah dari anak seusianya
5. Wajah anak tampak lebih muda untuk usianya
6. Pertumbuhan tulang tertunda.
Permasalahan Stunting pada balita
Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.
Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.
Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.
Baca juga: Wawali Najirah Ingatkan Penanganan Stunting di Musrenbang Bontang Selatan
Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting.
Hal itu dilakukan sebagai upaya agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh berkembang secara optimal dan maksimal, disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar agar mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cara Mencegah Stunting pada Balita, Ketahui Penyebab dan Gejalanya Agar Buah Hati Tetap Sehat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/stunting-problem.jpg)