Senin, 27 April 2026

Kesehatan

Alasan Ibu Hamil Banyak Konsumsi Pangan Protein Hewani, Antara Lain Tangkal Stunting

Hari Gizi Nasional (HGN), yang diperingati setiap 25 Januari, menjadi momentum bagi semua pihak mewujudkan Indonesia tanpa stunting

Editor: Budi Susilo
Tribunnews.com
Hari Gizi Nasional, yang diperingati setiap 25 Januari, menjadi momentum bagi semua pihak mewujudkan Indonesia tanpa stunting. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Bagi para perempuan yang sedang mengandung atau hamil, semestinya harus konsumsi jenis makanan yang tepat untuk kesehatan sang ibu dan bayi. 

Upaya untuk menghindari stunting pada anak, sejak masa kandungan harus diberi asupan makanan yang bergizi yakni utamanya protein hewani

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Pergizi Pangan Hardinsyah saat acara Peringatan Hari Gizi Nasional 2023 "Protein Hewani Cegah Stunting" ditulis pada Jumat (17/2/2023).

Hari Gizi Nasional (HGN), yang diperingati setiap 25 Januari, menjadi momentum bagi semua pihak mewujudkan Indonesia tanpa stunting.

Baca juga: Kejar Target Nasional, Wawali Najirah Terapkan Skema Bapak Asuh Tangani Stunting di Bontang

Oleh sebab itu, HGN diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat Indonesia, terutama para keluarga untuk melakukan upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang pada anak.

Ketua Umum Pergizi Pangan Hardinsyah mengatakan, untuk mencegah stunting sejak awal masa kehamilan, ibu perlu memperbanyak konsumsi pangan hewani seperti ikan, daging, susu.

Bahkan, di beberapa daerah dan negara, konsumsi ulat serangga, juga dilakukan karena tinggi protein hewaninya.

"Keunikan pangan hewani ini kaya protein, kaya vitamin mineral, kaya asam lemak tertentu, nilai manfaat biologis lebih baik, juga cita rasa enak," kata Hardinsyah.

Baca juga: Cara Cegah Stunting pada Anak, Bukan dengan Asupan Sayur-sayuran

Makanan protein hewani, juga memiliki keunikan masing-masing, seperti ikan yang kaya asam lemak esensial.

Protein hewani juga dapat diserap tubuh secara lebih efisien, meski kemudian dari manfaatnya akan juga bergantung dari sisi pengolahannya.

"Bisa bentuk sederhana tanpa panas, seperti di Jepang, tanpa olahan, bentuk segar. Di Indonesia, lebih variatif seperti dibakar, digoreng, atau dengan bumbu kuat, seperti di Sumatera Barat," ucap Guru Besar IPB itu.

Disampaikan Hardiansyah, dengan konsumsi protein hewani yang baik dan cukup, juga akan berpengaruh pada tingkat pembentukan kekuatan kepadatan tulang rawan, yang tak lain cikal bakal pembentukan tulang pada janin.

Komposisi utama non mineral dalam tulang rawan adalah kolagen, komposisi asam amino tertentu, yang banyak ditemui di makanan dengan protein hewani.

Baca juga: DP3A Kota Samarinda Atasi Stunting dari Hulu Melalui Program Penasaran

Karena itu, kata Hardiansyah, para orang tua, jangan hanya berpikir kalsium saja ketika ingin pertumbuhan tulang normal di janin, namun perlu berpikir pemenuhan mineral akan kolagen dimana itu bagian protein dan air.

"Kalau tidak ingin ibu-ibu keriput cepat, ayo ikut cegah stunting, konsumsi protein hewani karena itu juga cegah penuaan dini, perbanyak kolagen. Pangan susu, telur, lauk pauk, bila dikonsumsi ibu hamil mampu mencegah janin bayi lahir stunting ," ucap Hardiansyah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved