Jokowi Groundbreaking PLTA Mentarang
PLTA Mentarang Malinau Dibangun, Masyarakat Adat Minta Warga Lokal Diberdayakan
Luas keseluruhan wilayah yang terdapak tutupan air maksimal PLTA Mentarang diperkirakan mencapai sekira 22.800 hektare pada kondisi puncak debit air.
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Luas keseluruhan wilayah yang terdapak tutupan air maksimal PLTA Mentarang diperkirakan mencapai sekira 22.800 hektare pada kondisi puncak debit air.
Dalam konsultasi publik warga terdampak bersama PT KHN dan Pemkab Malinau pada 2021 lalu, dipaparkan mengenai hasil pendataan bersama penduduk terdampak PLTA Mentarang.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, total ada 3 kecamatan dan 11 permukiman penduduk yang terdampak.
Saat ini, proses relokasi warga terdampak langsung pembangunan bendungan telah dipindahkan ke permukiman warga.
Sebanyak 28 KK warga Seboyo atau sebutan permukiman warga RT 5 Desa Harapan Maju telah direlokasi ke permukiman baru.
Permukiman lama warga yang dihuni sekira 73 jiwa tersebut berada tepat di lokasi pembangunan bendungan.
Kontribusi bagi Daerah dan Relokasi Masyarakat Adat Perlu Pertimbangkan Dampak Jangka Panjang
Total 11 permukiman di 3 wilayah kecamatan terdampak rata-rata dihuni masyarakat adat pesisir sungai.
Sebagian besar daerah terdampak merupakan tanah ulayat, kepemilikan kolektif sejumlah etnis dan sub-etnis di Malinau.
Kepala Adat Punan Malinau, Libun Ayu memaparkan permintaan warga terdampak cukup sederhana. Investasi diharapkan dapat memberi kabar baik bagi mulai dari aspek pendidikan hingga serapan tenaga kerja.
"Bagaimana anak-anak cucu kami bisa sekolah, ada dukungan pendidikanlah. Akses jalan sampai peninggalan sejarah itu direlokasi sesuai permintaan. Paling penting bagaimana PLTA bisa berdampak bagi masyarakat banyak dan tenaga kerja lokal dari kami masyarakat dapat diserap," katanya.
Sementara itu, Premier of Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri Abang Haji Abdul Rahman Zohari menerangkan dari sisi kebudayaan cukup banyak kemiripan antara Malinau dan Malaysia. Hal ini menurutnya merupakan hal yang awam. Sebab rumpun masyarakat di Malinau dan Sarawak hidup berdampingan sejak lama.
Kesan pertama kali berkunjung ke Malinau menurutnya seolah-olah sedang mengunjungi tanah kelahirannya.
"Saya melihat karya yang dilakukan anak-anak Kabupaten Malinau. Rasanya seolah-olah saya tidak di Malinau, saya macam di Sarawak. Karena tabiatnya tidak berbeza," ujarnya, sebelum groundbreaking PLTA Mentarang, Malinau, Rabu (1/3).
Ketua Menteri Sarawak ke-6 tersebut menerangkan mulai dari kebudayaan, tingkah laku dan kultur ukup banyak kemiripan antar masyarakat di wilayah perbatasan negara.
Sebagai informasi, wilayah Kabupaten Malinau di sebelah barat berbatasan langsung dengan negara Malaysia bagian timur, Sarawak.
Kemiripan tersebut menurutnya adalah bagian dari hubungan kekerabatan yang terjalin sejak zaman leluhur kedua rumpun masyarakat perbatasan.
"Inilah saya rasa hubungan kekeluargaan yang ada diantara Kalimantan Utara, lebih lagi Malinau dengan Sarawak, Malaysia," katanya.
Mewakili pemerintah Malaysia, Tan Sri Abang Haji Abdul Rahman Zohari berharap hubungan kerjasama dua negara dapat terus terpelihara baik.
PLTA Mentarang kerjasama Indonesia-Malaysia tersebut dicitakan bermanfaat bagi kedua rumpun masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.
PLTA Mentarang Induk diprakarsai oleh Kayan Hydropower Nusantara (KHN). Perusahaan ini merupakan proyek kemitraan perusahaan dalam negeri KPP Group dan perusahaan asal Malaysia, Sarawak Energy.
Dikutip dari laman resmi PT KHN, PLTA ini rencananya akan dibangun dengan tipe bendungan Concrete Faced Rockfill Dam (CFRD) atau bendungan tipe urugan batu.
Spesifikasi pembangunan bendungan direncanakan dengan ketinggian puncak 220 meter. Dan panjang maksimal bendungan 770 meter.
Hydropower tersebut direncanakan dapat menyediakan daya maksimal 1.375 Megawatt (MW).
Pembangunan bendungan PLTA pertama di Malinau Kaltara ini memakan waktu 6 sampai 7 tahun setelah diresmikan. Direncanakan dapat menyuplai daya pertamanya pada akhir 2029 mendatang. (pri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketua-lembaga-adat-punan-malinau1.jpg)