Kualitas Beras Petani PPU Masih Medium
Kualitas beras yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum dapat menjadi produk premium
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Geafry Necolsen
Kualitas Beras Petani PPU Masih Medium
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Kualitas beras yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum dapat menjadi premium. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya.
Hal itu seperti disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU Bambang Surijadi kepada TribunKaltim.Co.
Ia menyampaikan bahwa beras lokal yang dihasilkan para petani di PPU kualitasnya masih medium. Belum dapat bersaing dengan beras dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa.
“Kualitas beras kita masih medium,” ungkapnya Minggu (12/3/2023).
Kondisi beras medium itu, karena setelah gabah digiling, beras yang dihasilkan terdapat banyak pecahan.
Penyebabnya kata dia, karena sistem pertanian di PPU yang masih didominasi cara-cara tradisional, serta dipengaruhi oleh tingkat keasaman tanah.
“Keasaman tanah sangat berpengaruh ketanaman, terutama dalam pertumbuhannya,” sambungnya.
Selain itu, proses pengolahan gabah juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas beras.
Alat pengolahan gabah menjadi beras, atau rice milling yang ada di PPU kualitasnya belum maksimal.
“Rata-rata disini pengelolaannya msih konvensional, rice milling kita juga masih yang biasa, tahapan permodalan juga kurang memadai,” jelasnya.
Saat ini, untuk menikmati beras kualitas premium maka harus mendatangkan dari luar daerah.
Sementara para petani di PPU biasanya langsung menjual gabah mereka ke luar daerah, dibandingkan mengolah sendiri menjadi beras.
“Pelaku usaha merasa rugi untuk dijadikan premium karena kurang bersaing dengan daerah lain,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/aktivitas-petani1.jpg)