Bocah Terseret Arus di Samarinda
Pencarian Thoriq yang Terseret Arus di Jalan Pasundan Samarinda Dihentikan
Genap tujuh hari pencarian Thoriq (8) yang dinyatakan hilang diduga terjatuh ke dalam drainase dan terseret arus belum ditemukan
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Genap tujuh hari pencarian Thoriq (8) yang dinyatakan hilang diduga terjatuh ke dalam drainase dan terseret arus, saat bermain banjir di Jalan Pasundan, Gang Cempaka, RT 30, Kecamatan Samarinda Ulu dihentikan per Minggu (12/3/2023) hari ini.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Basarnas Kaltim Melkianus Kotta melalui Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Efendi.
"Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan Operasi SAR ditutup setelah 7 hari," sebut Riqi Efendi.
Ia menjelaskan penyisiran seluruh drainase di kawasan tersebut sudah dilakukan.
Termasuk penyusuran Sungai Mahakam menggunakan river boat dalam radius 18 kilometer.
Baca juga: Lima Hari Hilang Terseret Arus di Samarinda Tubuh Thoriq Belum Ditemukan
Baca juga: Cara Pencarian Bocah Hilang yang Diduga Terseret Arus Banjir Samarinda, Pakai Ritual Adat
"Namun hasilnya nihil," tegasnya.
Meski begitu dikatakannya Basarnas tetap memonitor jika memang ada perkembangan dan korban ditemukan.
"Kalau korban sendiri kemungkinan tersangkut di dasar sungai sehingga tidak timbul," jelasnya.
Meski pencarian SAR resmi ditutup, namun kedua orangtua Thoriq seakan tak ingin menyerah pada keadaan.
Oleh sebab itu, Ami (39), ibu dari bocah kelas 3 SD tersebut meminta kepada satuan relawan agar pencarian dilanjutkan hingga tiga hari ke depan.
"Saya sudah memohon kepada relawan. Tiga hari saja tambah waktu pencarian. Jika tidak ada berarti saya harus ikhlas," lirih Ami.
Seperti diwartakan sebelumnya, asyik bermain banjir seorang bocah laki-laki bernama Thoriq (8) dikabarkan terpeleset ke dalam got dan terseret arus pada Senin (6/3) Pukul 15.00 WITA lalu.
Baca juga: BREAKING NEWS Asyik Bermain Banjir Bocah Kelas 3 SD di Samarinda Hilang Terseret Arus
Hilangnya bocah itu baru disadari pada Pukul 17.30 WITA saat sang ayah mulai melakukan pencarian namun tak menemukan korban di lokasi terakhir bermain.
"Tadi kejar bola. Terus jatuh ke dalam parit," begitu kata Farhan (9) rekan sepermainan korban kala itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Operasi-pencarian-hari-ketujuh-tubuh-Thoriq-yang-dinyatakan-hilang.jpg)