Senin, 13 April 2026

Banjir

Bontang Kembali Dikepung Banjir, Akses Jalan Imam Bonjol Ditutup Warga

Bukan cuman di Imam Bonjol, Jalan Patimura juga mulai terendam saat pagi tadi. Hanya saja ketinggian air baru semata kaki orang dewasa. “Tadi lewat ju

Editor: Martinus Wikan
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Akses Jalan di Imam Bonjol, Bontang Utara yang kini telah ditutup warga lantaran terendam banjir. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Sejumlah wilayah Kota Bontang kembali terkepung banjir sejak dini hari tadi. Banjir ini merupakan kiriman air dari hulu. Bahkan sejak malam tadi, air sungai di jalan Kilometer 5 Poros Samarinda - Bontang lebih dulu meluap.
Dari pantauan di lapangan, ada beberapa wilayah yang mulai tergenangi banjir. Diantaranya Jalan Imam Bonjol, Ahmad Yani, Patimura, Guntung dan Jalan Tomat. Salah seorang pengendara motor, Dany mengatakan, untuk akses jalan di Imam Bonjol telah ditutup warga sejak pagi tadi.
Pasalnya akses jalan kini sudah tak bisa dilintasi lantaran terendam banjir selutut orang dewasa. “Sudah dialihkan. Tadi pagi pas mau antar adik kerja, jalan sudah ditutup, makanya mutar lewat Pisangan,” Selasa (14/3). 
Bukan cuman di Imam Bonjol, Jalan Patimura juga mulai terendam saat pagi tadi. Hanya saja ketinggian air baru semata kaki orang dewasa. “Tadi lewat juga, tapi masih bisa tembus. Karena kaya genangan air biasa saja,” tandasnya.
Sebelumnya, Banjir di Guntung, Bontang Utara, merendam ratusan Kepala Keluarga (KK). Tercatat dari data yang dihimpun, ada sebanyak 241 KK dengan total 732 jiwa yang terdampak banjir kali ini.
Banjir yang merendam Guntung merupan luapan air sungai dari hulu. Lurah Guntung M F Lauda mengatakan, banjir telah merendam 8 RT di Guntung. Diantaranya RT 04,06,11,12,13,14,15, dan 16.
Namun yang paling terdampak RT 11 dengan jumlah 244 jiwa. Saat ini banjir masih merendam pemukiman dan akses jalan di Tari Enggang. Akibatnya warga terpaksa harus menutup sementara jalan tersebut agar tidak dilintasi pengendara. "Penyebab banjir juga karena kiriman hulu sungai dan hujan lebat," kata Lurah Guntung M F Lauda saat dikonfirmasi, Senin (13/3).
Diharap, kegiatan normalisasi sungai di Guntung yang saat ini tengah proses pengerjaan dapat mengurai debit air. "Harapnya bisa mengatasi banjir khususnya wilayah yang rawan banjir di Guntung," pungkasnya.
Sementara itu, air sungai di Guntung, Bontang Utara, kembali meluap pasca di guyur hujan. Air yang meluap menggenangi akses jalan terjadi sejak malam hari tadi. Salah seorang warga di Guntung, Hardi (41) mengatakan, telah ada satu wilayah di Guntung yang terendam akibat hujan semalam.
Saat ini terpantau terdendam banjir yakni di Balan Tari Enggang. Bahkan sejak pagi tadi, akses jalan telah di tutup warga. Akibatanya tak ada kendaraan satu pun yang bisa melintas. Alasan warga menutup jalan agar air di median jalan tak masuk kerumah saat ada pengendara yang melintas. “Malam sudah keliatan air meluap. Nah tadi terendam sudah jalan,” ungkapnya, Senin (13/3).
Banjir yang merendam Guntung selalu terjadi. Wilayah ini, kata Hardi, telah menjadi langganan banjir kala curah hujan tinggi. “Bahkan kalau hujan di daerah kutim, Guntung ikut terendam karena air kiriman,” ujar Hardi.
Hardi pun berharapa agar Pemkot Bontang bisa memberikan perhatian khusus untuk mengatasi banjir di Guntung. Sebab wilayah di lokasi perbatasan Bontang dengan Kutim ini selalu terendam banjir lebih dulu. "Banjir terus. Sebelum daerah kota itu terendam, pasti Guntung duluan yang kebanjiran. Jadi pemerintah lebih serius lah atasi banjir ini," sambungnya. 
Diketahui Pemkot Bontang sedang melangsungkan normalisasi sungai beberapa waktu yang lalu. Harapannya, debit air bisa ditampung dan tidak meluap. 
Panjang sungai yang dinormalisasi rencananya sekitar 1 kilo meter. Wilayahnya hanya yang bisa dilintasi oleh eksavator long arm. Penulis: Ismail Usman. (m23)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved