Berita Nasional Terkini
Terjawab! Siapa Sapardi Djoko Damono, Sosok Maestro Puisi yang Jadi Google Doodle Hari Ini
Terjawab! Siapa sebenanrnya Sapardi Djoko Damono, sosok penyair Indonesia yang jadi Google Doodle hari ini.
Ada yang berdenyut dalam diriku
Menembus tanah basah
Denda yang dihamilkan hujan
Dan cahaya matahari
Tak bisa kutolak matahari memaksaku menciptakan bunga-bunga
Makna puisi "Kuhentikan Hujan" karya Sapardi Djoko Damono
Secara garis besar, puisi karya Sapardi Djoko Damono ini menggambarkan keterkaitan antara hujan, matahari, dan tanah dalam kehidupan alam semesta.
Baca juga: Proses Aming Hijrah! Tak Peduli Komentar Warganet, Kini Tampil Kalem dan Akui Ingin Jadi Lebih Baik
Kesinambungan antara ketiganya mampu memunculkan keindahan, yang disimbolkan dengan bunga yang indah.
Seolah-olah punya kisah tersendiri, banyak penyair yang menggunakan hujan sebagai analogi untuk menggambarkan peristiwa tertentu.
Makna puisi "Kuhentikan Hujan" adalah soal kerinduan.
Hal ini terlihat dalam dua baris pertama puisi, yakni: Kuhentikan hujan Kini matahari merindukanku
Setelah memendam rindu sekian waktu, akhirnya kerinduan itu tuntas, karena dipertemukan di waktu yang tepat.
Hingga akhirnya muncul perasaan baru. Baca juga: Makna Puisi Doa karya Chairil Anwar Hal itu digambarkan dalam kalimat:
Denda yang dihamilkan hujan Dan cahaya matahari Tak bisa kutolak matahari memaksaku menciptakan bunga-bunga.
Jika disimpulkan, makna puisi "Kuhentikan Hujan" karya Sapard Djoko Damono adalah soal kerinduan yang akhirnya terbalaskan. (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Supardi-Djoko-Darmono-google-doodle-hari-ini.jpg)