Ramadan Mubarrak
Nurhidayah Raup Untung Berjualan Kembang Kubur, Sehari Peroleh Setengah Juta Rupiah
Penjual kembang ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pisangan Bontang, merasakan berkah sehari jelang Ramadan.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Jino Prayudi Kartono
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Penjual kembang ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pisangan Bontang, merasakan berkah sehari jelang Ramadan. Siapa sangka, dari jualan bunga kubur Nurhidayah (43) bisa peroleh keuntungan per hari Rp500 ribu di lapaknya yang berukuran 2X1 meter.
Nurhidayah mengakui telah berjualan kembang ziarah dari tahun 2015. Biasanya, lapaknya hanya buka H-3 jelang Ramadan dan H-3 hari Raya Idulfitri.
“Sama hari lebaran hingga 2 hari setelahnya. Kemudian buka lagi dari sebelum hingga setelah raya Idul Adha,” terang Nurhidayah saat ditemui di lapaknya, Rabu (22/3). Nurhidayah menjual kembang ziarah seharga Rp5 ribu per kantong. Selain kembang, Nurhidayah juga jual air bersih dalam botol kemasan 1 liter seharga Rp5 ribu.
Nurhidayah mengaku, kembang yang dijual ini hanya memanfaatkan tanaman dari pekarangan rumah miliknya.
Dalam satu kantong Nurhidayah mengisi beberapa jenis kembang. Diantaranya bunga melati, daun pandan, bunga kertas, bunga pagar, dan bunga kenanga.
Berjualan kembang ziarah musiman ini hanya untuk sumber pendapatan tambahan bagi keluarga Nurhidayah.
“Lumayan buat tambah-tambah jajan anak. Lagian bunga ini juga ambil dari tanaman di rumah. Pekerjaan sehari-hari hanya ibu rumah tangga,” terang wanita beranak 3 ini.
Modal berjualan kembang ziarah juga terbilang cukup terjangkau dan sangat murah. Hanya butuh lapak dan kantong plastik. Sementara wadah air bersih yang dijual hanya memanfaatkan botol kemasan bekas yang sudah tak digunakan lagi.
Nurhidayah mengaku, tingkat kunjungan peziarah selalu ada peningkatan setiap tahun.
Terlebih ada penambahan lahan kuburan di TPU Pisangan ini.
“Setiap tahun semakin ramai. Biasanya macet karena terlalu padat kendaraan,” bebernya.
Rata-rata omset di peroleh Nurhidayah berkisar dari Rp300 hingga Rp500 ribu per hari, terhitung dari H-3 jelang Ramadan.
“Kalau hari ini (kemarin) paling ramai. Dapatnya Rp500 ribu dari pagi berjualan. Tapi sore ini masih bisa lebih karena kunjungan terus bertambah,” uang Nurhidayah. Rencananya hari ini Nuhidayah akan menutup dulu lapaknya hingga sepekan jelang hari Raya Idul Fitri. “Nanti sepekan atau enggak 3 hari menjelang Lebaran baru buka lagi. Tapi tergantung kondisi kalau banyak kunjungan kapan pun saya buka,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/penjual-kembang-bontang1.jpg)