Video Viral
Drone dan Rudal Rusia Buatan Iran Hantam Kota Utama Ukraina, Zelensky ke Bakhmut
Drone dan rudal Rusia buatan Iran hantam kota utama Ukraina, Volodymyr Zelensky ke Bakhmut
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio
TRIBUNKALTIM.CO - Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke Ukraina, menembaki bangunan tempat tinggal dan menewaskan tujuh orang di asrama sekolah di wilayah Kyiv.
Dilaporkan Wall Street Journal, serangan itu dilakukan hanya beberapa jam setelah presiden China menyelesaikan kunjungan ke Moskow untuk memperkuat kemitraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dilansir dari Tribunnews.com, roket menghantam sebuah blok apartemen di kota Zaporizhzhia, Ukraina bagian selatan pada hari Rabu (22/3/2023), menurut pejabat Ukraina dan video insiden yang dibagikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Satu orang tewas dan sedikitnya 33 orang, termasuk tiga anak, terluka dalam serangan itu, menurut pihak berwenang setempat.
Secara terpisah, Zelensky mengunjungi pasukan Ukraina di garis depan di timur Ukraina dekat kota Bakhmut.
“Sangat menyedihkan melihat kota-kota Donbas, di mana Rusia telah membawa penderitaan dan kehancuran yang mengerikan,” kata Zelensky dalam pidato malamnya pada hari Rabu.
“Sirene peringatan udara setiap jam yang hampir konstan di Kramatorsk, ancaman penembakan yang konstan, ancaman konstan terhadap kehidupan.”
Penembakan yang intensif itu menyoroti semakin terbatasnya ruang untuk negosiasi dengan Kremlin, kata pejabat Ukraina.
Zelensky mengatakan serangan semalam mewakili "malam teror Rusia" dalam posting di Twitter.
Baca juga: Ultimatum Rusia ke Pengadilan Internasional, Berani Tangkap Putin Berarti Perang
Pertahanan udara Ukraina menembak jatuh 16 dari 21 drone yang diluncurkan oleh Rusia, kata angkatan udara Ukraina pada hari Rabu.
Ukraina juga mengidentifikasi drone tersebut adalah drone Shahed buatan Iran.
Iran mulai memasok Rusia dengan drone tahun lalu, memperdalam aliansi militer antara kedua negara dan membantu pasukan Moskow untuk melewati pertahanan udara Ukraina.
Analis militer dan pejabat Barat mengatakan serangan Rusia terhadap jaringan energi Ukraina, sekolah, perumahan dan bangunan umum adalah bagian dari upaya untuk melemahkan penduduk sipil Ukraina selama perang.
Ukraina telah meningkatkan pertahanan udaranya dengan keahlian dalam negeri dan penambahan sistem Barat, tetapi drone terbang rendah dan lambat, terbukti menantang.
Dua rudal Rusia juga menghantam sebuah bangunan di halaman sebuah biara di Odessa, di selatan Ukraina, melukai sedikitnya tiga orang, menurut Andriy Yermak, kepala staf kepresidenan Ukraina.