Berita Kaltim Terkini
Dinkes Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Flu Burung di Perbatasan Kaltim-Kalsel
Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim terus mengantisipasi agar tidak masuknya penyakit flu burung
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim terus mengantisipasi agar tidak masuknya penyakit flu burung.
Flu burung juga mengancam dan bisa saja masuk ke Bumi Etam melalui jalur perbatasan.
Diketahui, sudah ada 11 kasus kematian ditemukan di Banjarmasin, Kalsel, diduga akibat flu burung pada bulan Januari.
"Kita antisipasi ini kemarin adanya dugaan kasus flu burung. Dilaporkan kemarin di bulan Januari, ada kasus kematian 11 burung di Kalsel (Banjarmasin)," terang Kepala Dinkes Kaltim, dr Jaya Mualimin, Minggu (2/4/2023).
Baca juga: Pemda Paser Terus Lakukan Upaya Antisipasi Penyebaran Flu Burung, Hingga Libatkan Kepolisian
Baca juga: Antisipasi Flu Burung Merebak di Kukar, Distanak Disinfektan Kandang Unggas Peternak
Dinkes Kaltim sendiri juga telah melakukan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi masuknya penyakit tersebut.
Utamanya yang dilakukan dengan menjaga ketat perbatasan darat Kaltim-Kalsel di Kabupaten Paser.
"Sudah kami antisipasi, dengan menjaga gerbang masuk Kalsel-Kaltim, kita bekerjasama dengan dinas lain serta lintas sektoral," tegas dr Jaya.
dr Jaya menegaskan, flu burung sangat mengancam apalagi kini bulan Ramadhan, mobilitas warga dengan jumlah besar terpantau melewati perbatasan dua provinsi tersebut.
Baca juga: Dinkes Kaltim Belum Terima Laporan Flu Burung, Imbau Waspada Kematian Mendadak Unggas
"Apalagi bulan puasa ini mobilitas warga cukup besar dari Kalsel ke Kaltim, maupun sebaliknya. Itu mesti kita antisipasi, jangan sampai virus itu masuk," terangnya.
"Walaupun, belum ada kasus flu burung yang menulari manusia, baru dari kasus hewan ke hewan," sambung dr Jaya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Provinsi-Kaltim-dr-Jaya-Mualimin-098.jpg)