Berita Samarinda Terkini
Stok Daging Sapi selama Lebaran 2023 Aman, DPKH Kaltim Sebut Kenaikan Harga Wajar Terjadi saat HKBN
Harga daging sapi mengalami peningkatan saat momen hari besar keagamaan nasional, seperti Hari Raya Idul Fitri.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Diah Anggraeni
Namun, adanya kebijakan Kementerian Pertanian pada Januari 2023 lalu, akhirnya diperbolehkan dengan persyaratan ketat.
Ia juga meminta para peternak menjaga kesehatan hewan agar bisa terhindar dari penyakit yang menyerang hewan ternak.
"Surat edaran 8 dari Kementan kita mulai diperbolehkan memasukkan sapi baik itu dari zona merah dari Jawa serta Sulawesi," kata Fahmi.
Baca juga: Selama Ramadan dan Idul Fitri, Konsumsi Tepung Terigu di Kaltim Meningkat
Sementara untuk harga daging sapi , salah satu pedagang di Pasar Segiri Samarinda bernama Abdullah mengatakan, mengalami peningkatan.
Daging sapi murni per kilogramnya pada hari biasa dijual dengan Rp150-165 ribu.
Namun menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah atau Lebaran 2023, harga daging sapi melonjak 30 persen dari hari biasa atau mencapai Rp190-200 ribu per kilogram.
Kenaikan harga daging sapi berasal dari agen daging, sehingga pedagang seperti Abdullah hanya mengikuti harga jual di pasaran.
"Biasa kalau mau lebaran naik, tergantung permintaan konsumen juga," kata Abdullah.
"Semua jenis daging sapi baik lokal, impor semua naik. Ini naik langsung dari agen daging sapi," sambungnya.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2023 di Bandara APT Pranoto Samarinda Diprediksi Ramai pada H+4 Besok
Salah seorang pembeli daging sapi, Alvie Nur Diana menganggap wajar kenaikan harga daging terjadi.
Menurutnya ini lumrah terjadi saat mendekati perayaan hari besar keagamaan, seperti idul Fitri.
"Biasa saja sebetulnya (naik harga), mau lebaran ini pasti kebutuhan bahan pokok naik semua. Tergantung pemerintah saja mengendalikan harganya," singkat Alvie.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.