Jumat, 24 April 2026

Berita Internasional Terkini

Eropa Kena Gelombang Panas Sampai Dekati 40 Derajat Celcius, Efek Perubahan Iklim

Senin 8 Mei 2023, April 2023 merupakan bulan April terpanas keempat yang pernah tercatat secara global sejak 1991

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Ilustrasi cuaca panas. Senin 8 Mei 2023, April 2023 merupakan bulan April terpanas keempat yang pernah tercatat secara global sejak 1991, menurut laporan Badan Observasi Bumi Uni Eropa, Copernicus. 

TRIBUNKALTIM.CO, MADRID - Eropa kena pantulan gelombang panas sampai dekati 40 derajat celcius. Sebegitu panasnya, ada warga yang mengatasi dengan siram badan agar adem. 

Gelombang panas ini tidak terlepas dari faktor perubahan iklim di berbagai negara. 

Seperti apa pengaruh gelombang panas terhadap negara-negara di eropa, simak selengkapnya disini, mengutip dari Kompas TV 

Spanyol dan Portugal mencatat bulan April terpanas mereka karena massa udara panas membawa suhu di atas 30 derajat Celsius dan mendekati 40 derajat Celsius di beberapa wilayah pada akhir bulan.

Baca juga: 9 Tips Hadapi Cuaca Panas Tak Biasa Dari Kemenkes: Cegah Dehidrasi hingga Hindari Pakai Baju Gelap

Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, Senin 8 Mei 2023, April 2023 merupakan bulan April terpanas keempat yang pernah tercatat secara global sejak 1991, menurut laporan Badan Observasi Bumi Uni Eropa, Copernicus.

Beberapa bagian Afrika, sekitar Laut Kaspia, Asia Tenggara, Jepang, dan utara Amerika Utara semuanya jauh lebih hangat dari rata-rata.

Gelombang panas di wilayah Mediterania Barat akan hampir tidak mungkin terjadi tanpa perubahan iklim, sebuah laporan ilmiah yang berbeda menyimpulkan pekan lalu.

Gas rumah kaca yang dipancarkan oleh manusia telah menghangatkan planet ini sekitar 1,2 derajat Celsius sejak zaman pra-industri, dan setiap tahun sejak 2015 menjadi salah satu yang terhangat yang pernah tercatat.

Baca juga: Hadapi Cuaca Panas Ekstrem, BPBD Kukar Minta Warga tak Bakar Sampah

Suhu rata-rata di Semenanjung Iberia pada bulan April adalah 3 derajat Celsius di atas rata-rata antara 1991 dan 2020, menurut pernyataan terpisah pada Senin oleh Badan Meteorologi Spanyol, Aemet.

Suhu maksimum selama bulan tersebut adalah 4,7 derajat Celsius di atas rata-rata, dengan 38,8 derajat Celsius tercatat di bandara kota selatan Cordoba pada tanggal 27 April.

Gelombang panas terjadi di tengah kekeringan yang meluas yang melanda wilayah tersebut untuk tahun kedua berturut-turut.

Spanyol dan Portugal mencatat bulan April terpanas mereka karena massa udara panas membawa suhu di atas 30 derajat Celsius dan mendekati 40 derajat Celsius di beberapa wilayah pada akhir bulan.

Suhu rata-rata di Semenanjung Iberia pada bulan April adalah 3 derajat Celsius di atas rata-rata antara 1991 dan 2020, menurut pernyataan terpisah pada Senin oleh Badan Meteorologi Spanyol, Aemet.

Baca juga: Cuaca Panas di Tanah Suci, Kemenag Ingatkan Jamaah Haji tak Lupa Minum Sebelum Dehidrasi

April adalah bulan terkering di Spanyol sejak catatan dimulai pada tahun 1961, menurut Aemet.

Bulan tersebut juga lebih kering dari rata-rata di selatan Alpen, di wilayah Mediterania Prancis, barat laut Skandinavia, negara-negara Baltik, dan sebagian besar wilayah Rusia Barat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved