Selasa, 2 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Usai Dampingi Korban Asusila, Relawan TRC PPA Kaltim Diduga Menjadi Korban Pelecehan Driver Online

Usai memberikan pendampingan terhadap korban tindakan asusila, seorang anggota Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Usai memberikan pendampingan terhadap korban tindakan asusila, seorang anggota Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim justru menjadi korban pelecehan, Sabtu malam (13/5/2023) lalu.

Kala itu anggota TRC PPA Kaltim berinisial MA itu berniat pulang ke rumahnya di kawasan Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara sekitar pukul 22.15 WITA.

Perempuan 48 tahun itu diduga menjadi korban pelecehan seorang driver taksi online yang dipesannya melalui aplikasi.

Driver online itu disebut melakukan tindak pelecehan dengan cara sengaja memegang dan meremas paha MA yang duduk persis di sebelah pengemudi.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa pelecehan yang dialami salah seorang anggotanya itu.

Baca juga: KPU Siap Terbitkan Bacaleg Samarinda dari 17 Partai Politik di Surat Suara Pemilu 2024

Rina Zainun menceritakan, peristiwa itu bermula ketika MA memesan taksi online dari kawasan Jalan Pemuda menuju ke rumahnya di Tanah Merah.

Sesuai keterangan korban, dalam perjalanan driver itu mengambil botol air minum dan tangannya mengenai paha korban.

Namun perbuatan awal itu diakui driver online tersebut tidak disengaja dan telah meminta maaf kepada MA.

"Tidak berselang lama driver itu kembali melakukan perbuatan serupa. Tapi kali kedua itu disengaja dengan menaruh tangannya di paha korban lalu meresmasnya," jelas Rina.

Prilaku agresif driver itupun mendapat perlawanan dari MA yang kemudian menepis tangan nakal driver tersebut.

Suasana di mobil taksi online itupun seketika hening. Namun ketika berada di tengah antrean mobil yang hendak melintas di jalur buka tutup karena adanya perbaikan jalan, driver itu lantas mengucapkan kalimat yang membuat MA waswas.

Baca juga: Ditemukan Tewas di Kamarnya di Samarinda, Polisi tak Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Jianto

"Kata driver itu di depan (jalannya) gelap kita lewati. Bisa enak-enak," tutur Rina menirukan kalimat yang diucapkan driver taksi online tersebut, sesuai pengakuan MA.

Perkataan driver itu ditanggapi MA sebagai ancaman. Beruntung ketika itu sedang terjadi antrean mobil untuk melintasi jalan yang tengah diperbaiki.

Sehingga MA dengan cepat membuka pintu keluar mobil sembari memberikan uang Rp 50 ribu kepada driver cabul tersebut.

"Kemudian korban minta perlindungan ke warung yang ada di pinggir jalan, sampai akhirnya dijemput keponakannya," jelas Rina lagi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved