Senin, 20 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Gubernur Isran Noor dan Bank Dunia Sepakati Perdagangan Emisi Karbon Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dikabarkan tengah berada di Washington DC, Amerika Serikat (USA)

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Gubernur Isran Noor saat bertemu di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington DC, Amerika Sertikat bahas emisi karbon, secara offline dan online juga dihadiri oleh staf Bank Dunia yang berada di London (UK) dan Afrika Selatan.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dikabarkan tengah berada di Washington DC, Amerika Serikat (USA).

Dalam agendanya, Isran Noor bertemu pihak World Bank (Bank Dunia) menyepakati terkait perdagangan emisi karbon Bumi Mulawarman, sehingga menjadi nilai tambah bagi Kaltim.

1 juta ton CO2e kelebihan penurunan emisi karbon Kaltim untuk periode 2019-2020 sepakat bakal dibayar oleh Carbon Fund (World Bank).

"Alhamdulillah sepakat, 1 juta ton CO2e kita akan dibayar oleh Carbon Fund, Bank Dunia," sebut Gubernur Isran Noor, Selasa (16/5/2023) dalam keterangan resminya.

Negosiasi dan lobi-lobi yang dilakukan Isran Noor dalam waktu dua hari, secara maraton.

Baca juga: Isran Noor Belajar soal Emisi Karbon di Brazil: Wajar karena Ada Hutan Amazon

Baca juga: 8 Juta Emisi Karbon Kaltim Bulan Juni nanti Dilelang di Mozambik Afrika

Pertemuan dilakukan Gubernur Isran Noor setelah tiba dari Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 9 Mei 2023 sekitar pukul 14.00 waktu USA, dan digelar selama tiga jam hingga pukul 15.00 waktu USA.

Pertemuan kedua dilanjutkan pada Rabu, 10 Mei 2023, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 waktu USA, dan diselenggarakan di di Kantor Pusat Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat.

Gubernur Isran Noor turut menjelaskan bahwa kesepakatan 1 juta ton CO2e penurunan emisi itu akan menambah pendapatan Kaltim dari hasil pembayaran berbasis kinerja (result based payment) untuk penurunan emisi karbon.

Carbon Fund juga memastikan bakal membeli kelebihan penurunan emisi Kaltim untuk laporan pertama tahun 2019-2020 sebesar 1 juta ton CO2e dari total 10 juta ton CO2e.

“Adapun penentuan harga per ton CO2e akan dilakukan antara tim negosiator Kaltim dan Pemerintah Indonesia dengan Tim Bank Dunia setelah laporan penurunan emisi pertama Kaltim diterima oleh Carbon Fund dari pihak auditor Bank Dunia,” jelas Isran Noor.

“Kita patut bersyukur dengan kesepakatan ini dan berharap kelebihan penurunan emisi yang sekitar 9 juta ton CO2e juga terbayarkan nantinya,” sambungnya.

Sementara itu, Isran Noor turut mengajak International Finance Corporation (IFC) memasarkan kelebihan penurunan emisi Kaltim.

IFC merupakan lembaga donor pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta.

World Bank (Bank Dunia) telah menyetujui untuk membeli tambahan penurunan emisi Kaltim sebesar 1 juta ton dari total 10 juta ton CO2e.

Periode 2019-Desember 2020, Kaltim mendapat target penurunan emisi sebesar 22 juta ton CO2e melalui Program Forest Carbon Partnership Facilitty Carbon Fund (FCPF CF). Faktanya, Kaltim sukses menurunkan emisi hingga 32 juta ton.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved