Kamis, 9 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Konsultan Asuransi di Balikpapan Gandrung pada Tari Dayak, Lestarikan Budaya Lokal

Salah satu penari sanggar tersebut, Nella Pidang mengaku, menjadikan kesenian tersebut sebagai hobinya

|
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
HO/Nella Pidang
Nella Pidang saat unjuk gigi, menari pada event Borneo Culture Week di Plaza Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Nella bertekad untuk melestarikan kesenian budaya tersebut hingga keturunannya. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Berbagai hal dapat dilakukan demi melestarikan kebudayaan nenek moyang Kalimantan.

Seperti Sanggar Tari Dayak Menari di bawah naungan Paguyuban Beran Pare.

Salah satu penari sanggar tersebut, Nella Pidang mengaku, menjadikan kesenian tersebut sebagai hobinya demi melestarikan budaya.

Bagaimana tidak, seluruh anggota sanggar tari Dayak Menari tersebut merupakan keluarganya.

Baca juga: Hiburan Tarian Dayak Bikin Adem Suasana Demo LPADKT-KU di Simpang Mal Lembuswana

Sehingga menurut Nella, kesenian turun temurun tersebut harus dilestarikan.

Dengan jumlah anggota aktif 6 hingga 8 orang. Sebab imbuhnya, anggota keluarga yang lain telah memiliki kesibukan masing-masing seperti berkeluarga dan fokus pada karir.

"Isinya adalah keluarga saya semua. Jadi emang semuanya keluarga. Gak ada orang luar," jelasnya kepada TribunKaltim.co, Kamis (18/5/2023).

Wanita yang berprofesi sebagai seorang konsultan pada salah satu perusahaan asuranai tersebut juga mengatakan, ia mulai belajar menari sejak duduk di bangku SMP.

Pertunjukan budaya Borneo Culture Stage di Bay Park Plaza Balikpapan.
Pertunjukan budaya Borneo Culture Stage di Bay Park Plaza Balikpapan. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Awalnya Tidak Fokus

Meski begitu, ia mengaku tak terlalu fokus dan hanya tampil saat acara internal keluarga.

Namun, saat beranjak dewasa dan bersekolah di salah satu perguruan tinggi, ia mulai aktif menggeluti dunia tari.

Baca juga: Lestarikan Adat dan Budaya Kaltim, Komunitas Bala Tariu Borneo Ramaikan Borneo Culture Week 3.0

"Prinsip saya, sebagai penerus, kebudayaan itu gak boleh putus di kita. Aku ngerasa punya kewajiban untuk melestarikan kebudayaan sendiri. Orang yang bukan suku Dayak aja tertarik untuk nari. Kok saya yang orang Dayak asli gak nari," tuturnya.

Hingga saat ini, ia telah banyak menguasai jenis tarian tradisional, terutama tarian Dayak.

Penampilam Komunitas Dayak Menari pada ajang Borneo Culture Stage di Plaza Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penampilam Komunitas Dayak Menari pada ajang Borneo Culture Stage di Plaza Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Untuk itu, ia bertekad untuk melestarikan kesenian budaya tersebut hingga keturunannya.

"Aku sangat bangga ketika orang tertarik untuk lebih tau tentang kebudayaan suku Dayak," katanya.

"Juga saat diajak foto karena mereka tau kita dari dayak asli," ungkapnya.

"Makanya, kedepannya nanti, aku bakal ngajak anak untuk tetap melestarikan budaya juga," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved