Berita Balikpapan Terkini
2 Faktor Dorongan, Muncul Pekerja Anak di Balikpapan
Fenomena anak berperan mencari rezeki di jalanan belakangan ini marak dengan berbagai modus di Balikpapan, Kalimantan Timur
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Fenomena anak berperan mencari rezeki di jalanan belakangan ini marak dengan berbagai modus di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Hal tersebut dipicu 2 faktor utama. Utamanya faktor ekonomi yang dialami keluarga pekerja anak.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim, AKBP Teguh Nugroho menyebutkan faktor itu menjadi alasan lumrah anak-anak dipekerjakan.
"Ada yang disuruh orangtuanya, disuruh kakaknya. Nanti hasilnya diserahkan ke yang menyuruh itu, biasanya untuk makan sehari-hari," ungkap Teguh kepada TribunKaltim.co.
Baca juga: 20 Titik Persebaran Anak Jalanan di Kaltim, Polisi Selidiki Dugaan Eksploitasi Teroganisir
Di samping itu, lanjut dia, juga didorong imbas pola asuh orangtua yang keliru. Anak-anak itu dibiarkan tidak bersekolah demi mendulang rupiah di jalan.
Alhasil membentuk mindset atau pola pikir si anak yang mengedepankan mencari uang ketimbang pendidikan.
"Mereka kalau sekarang disuruh sekolah, nggak mau. Sudah tahu enaknya cari uang," ucap Teguh.
Ia berpendapat, pola pikir yang keliru itu juga tumbuh subur dengan kebaikan masyarkat Balikpapan.
Teguh mencontohkan anak-anak penjual tisu yang bisa mendapat hasil berkisar Rp 300 ribu per hari.
"Jadi bisa dibilang kebaikan hati masyarakat Balikpapan ini dimanfaatkan oleh mereka," ulasnya.
Sebab itu dia menilai bahwa mindset orangtua dan anak menjadi pekerjaan terberat dalam menekan persebaran pekerja anak.
Baca juga: Satpol PP Balikpapan Akan Tertibkan Anak Jalanan
Menurut Teguh, tidak bisa semata menampung anak-anak tersebut dengan metode yang sudah-sudah.
Pasalnya kenyataan di lapangan, anak-anak itu kemudian sudah piawai untuk melarikan diri.
"Ditaruh di Dinsos, 2 hari balik ke jalan. Dititip pesantren, sama juga. Nanti baru berapa hari, sudah muncul lagi di jalanan," tuturnya.
Teguh membeberkan, ada berbagai upaya yang sudah dilakukan, lalu diperkuat dengan inovasi terobosan tertentu.
Seperti rehabilitasi terhadap anak-anak itu untuk diberikan perlakuan khusus dalam mengembalikan pola pikir selayaknya anak-anak seusianya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230529_AKBP-Teguh-Nugroho-di-Balikpapan.jpg)