Berita Kukar Terkini
Loa Kulu Kukar Makin Terkenal dengan Olahan Keripik Tempe, Bakal Diproduksi Massal
Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur tak hanya identik dengan pertambangan batu bara.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur tak hanya identik dengan pertambangan batu bara.
Ada olahan lain yang selama ini menjadi ciri khas wilayah tersebut, yakni tempe daun yang menjadi usaha 'home industry' atau industri rumahan.
Camat Loa Kulu, Adriansyah mengatakan tempe telah melekat menjadi olahan wilayahnya. Tempe produksi warganya mashur dengan rasa yang khas.
Baca juga: Loa Kulu jadi Role Model Pengembangan UMKM di Kukar
Tempe spesial itu dibuat dalam ukuran tertentu kemudian dibungkus daun pisang. Proses pembungkusan pun butuh ketrampilan khusus dan umumnya dilakukan kalangan ibu rumah tangga dibantu keluarganya.
Citarasa tempe Loa Kulu pun akan makin terasa gurih apabila digoreng dan disajikan dengan cocolan sambal.
"Ada ciri khas Loa Kulu, salah satunya tempe. Ada istilah ‘kalau belum makan tempe artinya belum ke Loa Kulu’. Ini salah satu ikon yang ada,” ujarnya, Selasa (30/5/2023).
Sementara itu, Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu menjadi salah satu daerah pembuat tempe yang cukup terkenal di Kutai Kartanegara.
Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, mengatakan, tempe dapat diolah menjadi berbagai kuliner, salah satunya keripik tempe.
Baca juga: Dampak Program Makmur Idaman di Kukar, Pendapatan Petani Loa Kulu Tembus Rp 18 Juta
Olahan keripik tempe ini dipercaya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Loa Kulu, khususnya para pembuat tempe di Desa Loh Sumber.
Apalagi, pengrajin tempe di desa tersebut setiap harinya bisa menghabiskan 28 hingga 30 kilogram kacang kedelai sebagai bahan baku utama.
Menurut Sukirno, pengolahan keripik tempe ini pun sudah berjalan selama enam bulan di Loh Sumber.
Selama ini, olaha keripik tempe ini diproduksi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat (TP-PKK) di desanya.
"TP-PKK sudah berkegiatan pengolahan dan akan kita kembangkan terus. InsyaAllah, akan diproduksi secara massal," ujar Sukirno.
Baca juga: Bupati Edi Damansyah Panen Raya Bersama Petani di Loa Kulu Kukar
Namun, Sukirno menyebut, untuk melakukan produksi massal perlu dukungan dan kerjasama dari pembuat olahan tempe itu sendiri. Dengan begitu, peningkatan ekonomi masyarakat dapat dirasakan secara merata.
Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah desa pun berencana untuk mengumpulkan para pembuat tempe daun dan olahan keripik tempe yang ada di Desa Loh Sumber.
Pemberian edukasi tentang pengembangan olahan tempe dan saling tukar pendapat juga akan dilakukan pada saat berkumpul nanti.
"Kita juga butuh masukan dari pengrajin tempe dan dikolaborasikan supaya pengembangan tempe nanti menjadi produk andalan Loa Kulu, khususnya Desa Loh Sumber," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230530_Produksi-tempe-di-Desa-Loh-Sumber-Kecamatan-Loa-Kulu.jpg)