Berita Kaltim Terkini
DPP Forum Petani Kelapa Sawit Kaltim Minta tak Bedakan Petani Swadaya dan Plasma
Dewan Pimpinan Pusat Forum Petani Kelapa Sawit (DPP FPKS) Kalimantan Timur resmi dikukuhkan kepengurusannya di Kota Samarinda, Senin (19/6/2023)
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dewan Pimpinan Pusat Forum Petani Kelapa Sawit (DPP FPKS) Kalimantan Timur resmi dikukuhkan kepengurusannya di Kota Samarinda, Senin (19/6/2023).
Organisasi yang menaungi seluruh petani kelapa sawit di Kaltim, mengaku tidak membeda-bedakan petani swadaya dan petani plasma.
Ketua DPP FPKS Kaltim Asbudi menegaskan, bahwa program FPKS menjadi fokus bersama terutama pada isu kemitraan dengan perusahaan di Bumi Etam.
Ia ingin, FPKS jadi tempat bagi para petani kelapa sawit untuk menggali segala macam informasi serta antar anggota untuk saling berkomunikasi.
Para petani kelapa sawit memiliki peranan yang sangat penting dalam sektor perkebunan.
Baca juga: Pemuda Kukar Keciduk Bawa Sabu, Kelabui Polisi Sembunyi di Perkebunan Sawit
Baca juga: 3 Karyawan Perusahaan Sawit di Berau Diduga Gelapkan 910 Liter Solar
Petani dalam menghasilkan buah yang berkualitas tentu jadi yang paling utama disejahterakan.
Karena sebelum buah tandan segar dari kelapa sawit diolah menjadi crude palm oil (CPO) hingga menjadi produk hilir seperti minyak goreng, semua asalnya tentu dari petani.
"Saya sebagai ketua, tentunya mengemban amanah untuk membantu memperjuangkan petani swadaya mandiri, utamanya untuk percepatan pola kemitraan,” tegasnya usai pelantikan DPP FPKS, di Hotel Selyca Kota Samarinda.
Asbudi mengungkap, adanya forum ini para petani juga bisa bersama-sama memecahkan permasalahan, seperti kesulitan mendapat pupuk.
Serta banyaknya petani yang belum bermitra dengan perusahaan, dan harga TBS yang masih rendah.
Fungsi forum ini yang dirasa banyak membawa kepentingan petani, maka penting setelah dikukuhkan agar langsung bisa terus berkembang secara optimal.
Pihaknya berharap, asosiasi petani ini bisa menaungi seluruh petani. Tidak berkubu antara petani swadaya dan petani plasma.
"Percepatan pola kemitraan, saat ini dilakukan di beberapa kecamatan untuk mempercepat kemitraan ini. Harus ditindaklanjuti, agar seluruh petani bisa bermitra dengan perusahaan,” tukasnya.
Menurutnya, masih banyak petani yang belum bermitra menjadi tantangan pihaknya.
Termasuk, anggota FPKS yang juga masih banyak yang belum bermitra dengan perusahaan kelapa sawit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Dewan-Pimpinan-Pusat-Forum-Petani-Kelapa-Sawit-DPP-FPKS-Kalimantan-Timur.jpg)