Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Antisipasi Karhutla, Polda Kaltim Gelar Apel Akbar di Samarinda

Fenomena El Nino atau cuaca panas ekstrem yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin menjadi atensi pemerintah dan TNI.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.COM/RITA LAVENIA
Apel akbar untuk Penanggulangan Karhutla 2023 dilaksanakan oleh Polda Kaltim di Lapangan Gor Kadrie Oening Samarinda, Kamis (22/6/2023). TRIBUNKALTIM.COM/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Fenomena El Nino atau cuaca panas ekstrem yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin menjadi atensi pemerintah dan TNI Polri.

Oleh sebab itu, dalam rangka Penanggulangan Karhutla 2023, Polda Kaltim menggelar apel akbar bersama TNI dan jajaran instansi pemerintahan dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (22/6/2023).

Apel akbar itu diselenggarakan di lapangan Gor Kadrie Oening, Jalan KH. Wahid Hasyim, Kota Samarinda.

Memang jelas Waka Polda Kaltim Brigjen Pol Mujiyono bahwa tanda-tanda kebakaran hutan di Benua Etam ini belum terlihat.

Baca juga: Paser Masuk Wilayah Rawan Karhutla, Wabup Masitah Minta Semua Pihak Waspada

Namun mereka berprinsip untuk mencegah karhutla melalui koordinasi kolaboratif antar seluruh stakeholder terkait.

"Mencegah lebih baik. Jadi kita semua yang ada di sini siap mengantisipasi terjadinya karhutla," tegas Brigjen Pol Mujiyono.

Ia menjelaskan saat ini mereka telah melakukan pemetaan di kawasan-kawasan yang berpotensi tinggi terjadi kebakaran.

Polda Kaltim bahkan memiliki aplikasi Lembuswana untuk mendeteksi kemunculan titik panas yang berpotensi menyebabkan Karhutla.

Dari deteksi awal itu akan ditangani oleh angggota TNI, Polri dan pemerintah daerah yang terdekat dari titik koordinat panas.

Baca juga: Sebanyak 8 Kasus Karhutla Terjadi hingga Juni Tahun 2023 di Kabupaten Berau

"Kalau ada titik panas muncul akan langsung dimonitor dan ditangani. Semua saling berkoordinasi dan membantu untuk penanganan," jelasnya.

Brigjen Pol Mujiyono juga mengatakan sejauh ini seluruh kawasan rawan telah berhasil teratasi.

Ia menambahkan, selain pemerintah dan instansi resmi, mereka juga melibatkan perusahaan di Kalimantan Timur untuk turut berkolaborasi mengatasi potensi karhutla.

"Karhutla adalah tanggung jawab kita semua tanpa terkecuali. Inilah mengapa koordinasi kolaboratif sangat diperlukan sedini mungkin," pungkasnya.

Untuk diketahui, fenomena El Nino diprediksi akan mulai melanda Indonesia pada akhir Juli 2023.

Ancaman kekeringan ektrem menyebabkan potensi karhutla pun diduga akan meningkat dengan adanya fenomena tersebut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved